
Pertama-tama perkenalkan saya Andy (bukan nama
sebenarnya). Saat ini saya menginjak RumahSeks, dan kisah ini terjadi kira-kira
2 bulan yang lalu, saat aku liburan akhir semester. Waktu itu aku sedang libur
sekolah. Aku berencana pergi ke villa tanteku di kota M. Tanteku ini namanya
Sofi, orangnya cantik, tubuhnya-pun sangat padat berisi, dan sangat terawat
walaupun usia nya memasuki 38 tahun. Aku ingat betul, pagi itu, hari sabtu, aku
berangkat dari kota S menuju kota M.
Sesampainya di sana, aku pun disambut dengan
ramah. Setelah saling tanya-menanya kabar, aku pun diantarkan ke kamar oleh
pembantu tanteku, sebut saja Bi Sum, orangnya mirip penyanyi keroncong Sundari
Soekotjo, tubuhnya yang indah tak kalah dengan tanteku, Bi Sum ini orangnya
sangat polos, dan usianya hampir sama dengan tante Sofi, yang membuatku tak
berkedip saat mengikutinya dari belakang adalah bongkahan pantat nya yang
nampak sangat seksi bergerak Kiri-kanan, kiri-kanan, kiri-kanan saat ia
berjalan, seeakan menantangku untuk meremas nya.
Setelah sampai dikamar aku tertegun sejenak,
mengamati apa yang kulihat, kamar yang luas dengan interior yang ber-kelas di
dalamnya. sedang asyik-asyik nya melamun aku dikagetkan oleh suara Bi sum.
Den, ini kamarnya.
Eh iya Bi. jawabku setengah tergagap.
Aku segera menghempaskan ranselku begitu saja
di tempat tidur.
Den, nanti kalau ada perlu apa-apa panggil
Bibi aja ya? ucapnya sambil berlalu.
Eh, tunggu Bi, Bibi bisa mijit kan? badanku
pegel nih. Kataku setengah memelas.
Kalau sekedar mijit sih bisa den, tapi Bibi
ambil balsem dulu ya den?
Cepetan ya Bi, jangan lama-lama lo?
Wah kesempatan nih, aku bisa merasakan tangan
lembut Bi Sum memijit badanku. ucapku dalam hati.
Tak lama kemudian Bi Sum datang dengan balsem
di tangan.
Den, coba Aden tiduran gih. suruh Bi Sum.
Eh, iya Bi. lalu aku telungkup di kasur yang
empuk itu, sambil mencopot bajuku. Bi Sum pun mulai memijit punggungku, sangat
terasa olehku tangan lembut Bi Sum memijit-mijit.
Eh, Bi, tangan Bibi kok lembut sih? tanyaku
memecah keheningan.
Bi Sum diam saja sambil meneruskan pijatannya,
aku hanya bisa diam, sambil menikmati pijitan tangan Bi Sum, otak kotorku mulai
berangan-angan yang tidak-tidak.
Seandainya, tangan lembut ini mengocok-ngocok
penisku, pasti enak sekali. kataku dalam hati, diikuti oleh mulai bangunnya
Adik kecilku.
Aku mencoba memecah keheningan di dalam kamar
yang luas itu.
Bi, dari tadi aku nggak melihat om susilo dan
Dik rico sih.
Lho, apa aden belum dibilangin nyonya, pak
Susilo kan sekarang pindah ke kota B, sedang den Rico ikut neneknya di kota L.
tuturnya.
Oo.., jadi tante sendirian dong Bi? tanyaku
Iya den, kadang Bibi juga kasihan melihat
nyonya, nggak ada yang nemenin. kata Bi Sum, sambil pijatannya diturunkan ke
paha kiriku. Lalu spontan aku menggelinjang keenakan.
Ada apa den? tanyanya polos.
Anu Bi, itu yang pegel. jawabku sekenanya.
Mm.. Bibi udah punya suami? kataku lagi.
Anu den, suami Bibi sudah meninggal 6bulan
yang lalu. jawabnya. Seolah berlagak prihatin aku berkata.
Maaf Bi, aku tidak tahu, trus anak Bibi
bagaimana?
Bibi titipkan pada adik Bibi katanya, sambil
pijitannya beralih ke paha kananku.
Mm.. Bibi nggak pingin menikah lagi? tanyaku
lagi.
Buat apa den, orang Bibi udah tua kok, lagian
mana ada yang mau den? ucapnya.
Lho, itu kan kata Bibi, menurutku Bibi masih
keliatan cantik kok. pujiku, sambil mengamati wajahnya yang bersemu merah.
Ah.., den andy ini bisa saja katanya, sambil
tersipu malu.
Eh bener loh Bi, Bibi masih cantik, udah gitu
seksi lagi, pasti Bibi rajin merawat tubuh. Godaku lagi.
Udah ah, den ini bikin Bibi malu aja, dari
tadi dipuji terus.
Lalu aku bangkit, dan duduk berhadapan dengan
dia.
Bi.., siapa sih yang nggak mau sama Bibi,
sudah cantik, seksi lagi, tuh lihat tubuh Bibi indahkan?, apalagi ini masih
indah loh.. kataku, sambil memberanikan menunjuk kearah gundukan yang sekal di
dadanya itu. Secara reflek dia langsung menutupinya, dan menundukkan wajahnya.
Aden ini bisa saja, orang ini sudah kendur kok
dibilang bagus. katanya polos.
Seperti mendapat angin aku mulai memancingnya
lagi.
Bibi ini aneh, orang payudara Bibi masih inah
kok bilangnya kendur, tuh lihat aja sendiri kataku, sambil menyingkapkan kedua
tangannya yang menutupi payudaranya.
Jangan ah den, Bibi malu.
Bi.. kalau nggak percaya, tuh ada cermin, coba
Bibi buka baju Bibi, dan ngaca. Lalu aku mulai membantu membuka baju kebaya
yang dikenakannya, sepertinya ia pasrah saja. Setelah baju kebaya nya lepas,
dan ia hanya memakai Bh yang nampak sangat kecil, seakan payudaranya hendak
mencuat keluar. Aku pun mulai menuntunnya ke depan cermin besar yang ada di
ujung ruangan.
Jangan den, Bibi malu nanti nyonya tahu
bagaimana? tanyanya polos.
Tenang aja Bi, tante Sofi nggak bakal tahu kok
Aku yang ada dibelakang nya mulai mencopot tali bh nya, dan wow.. tampak olehku
didepan cermin, sepasang bukit kembar yang sangat sekal dan padat berisi,
melihat itu Adik kecilku langsung mengacung keras sekali.
Aku pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas
ini. Aku langsung meremas nya dari belakang, sambil ciumanku kudaratkan ke
lehernya yang jenjang tersebut. Bi Sum yang telah setengah telanjang itu, hanya
bisa mendesah dan matanya Merem-melek.
Oh.. den jangan den, uhh.. den, Bibi diapain,
den
Aku tak menggubris pertanyaannya malahan aku
meningkatkan seranganku. Kini ia kubopong ke ranjang, sambil menciumi putingnya
yang merah mencuat itu, ia pun kelihatan mulai menikmati permainanku, dan Bi
Sum telah kurebahkan diranjang, lalu aku mulai lagi menciumi putingnya, sambil
menarik jarik yang dipakainya.
Uhh.. den shh.. Bibi enak den uh.. shh..
teruus den
Aku pun mulai membuka seluruh pakaianku dan
ciumanku terus turun keperutnya, dan dengan ganasnya ku pelorotkan CD yang
dipakainya, aku terdiam sesaat seraya mengamati gundukan yang ada dibawah
perutnya itu.
Den, punya aden besar sekali katanya sambil
meremas penisku, lalu kusodorkan penisku kemulutnya.
Bi, jilatin ya.. punya Andy. Bibir mungil Bi
Sum mulai menjilati penisku. uuhh..,sungguh nikmat sekali rasanya.
Mmhh.. ohh.. Bi terus, kulum penisku Bi.., tak
lama kemudian Bi Sum mulai menyedot-nyedot penisku, dan rasanya ada yang akan
keluar di ujung penisku.
Bi.. teruuss, Bi.. aku mmaauu keeluuar, oohh
jeritku panjang dan tiba-tiba, serr maniku muncrat dalam mulut Bi Sum, Bi Sum
pun langsung menelannya.
Aku pun mulai pindah posisi, kini aku mulai
menjilati memek Bi Sum, tampak didepan mataku, memek Bi Sum yang bersih, dengan
seikit rambut. Rupanya Bi Sum sudah tidak sabar, ia menekan kepalaku agar mulai
menjilati memeknya dan sluurpp.. memek Bi Sum kujilati sampai kutenukan sesuatu
yang mencuat kecil, lalu kuhisap, dan gigit kecil, gerakan tubuh Bi Sum mulai
tak karuan, tanganku pun tidak tinggal diam, ku pilin-pilin putingnya dengan
tangan kiriku sedangkan, tangan kananku ku gunakan menusuk memeknya sambil
lidahku kumasukkan sedalam-dalamnya.
Ohh.. den.. teruuss den jilat teruss.. memek
Bibi den.. mmhh katanya sambil menggeliat seperti cacing kepanasan.
Ouhh den.. Bibi mau.. keluarr.. den ohh, ahh,
den, Bibi keeluuaarr, akhh. Bi Sum menggelinjang hebat dan serr cairan
kewanitaannya kutelan tanpa sisa. Tampak Bi Sum masih menikmati sisa-sisa
orgasme nya. Lalu aku mencium bibirnya lidahku kumasukkan kedalam mulutnya, ia
pun sangat agresif lalu membalas ciumanku dengan hot.
Aku pun mulai menciumi telinganya, dan dadanya
yang besar menempel ketat di dadaku, aku yang sudah sangat horny langsung
berkata, Bi aku masukkan sekarang ya... ia hanya bisa mengangguk pelan.
aku pun mengambil posisi, kukangkangkan
pahanya lebar-lebar, kutusukkan penisku ke memek nya yang sudah sangat becek.
Bless.. separuh penisku amblas kedalam memeknya, terasa olehku memeknya
menyedo-nyedot kepala penisku. kusodokkan kembali penisku, bless.. peniskupun
amblas kedalam memeknya, aku pun mulai memaju-mundurkan pantatku, memeknya
terasa sangat sempit.
Den.. ouhh.. teruuss.. denn.. mmhh..sshh.
desahan erotis itu keluar dari mulut Bi Sum, aku pun tambah horny dan
kupercepat sodokkanku di memeknya.
Oh.. Bii memek kamu sempit banget, ohh enak
Bii, goyang teruuss Bii.. ouhh..
Den.. cepatt.. den.. goyang yang cepat..
Bibi.. mauu.. keluar.. den..
aku mulai mengocok penisku dengan kecepatan
penuh, tampak Bi Sum menggelinjang hebat.
Den.. Bibi.. mau keluuaarr.. ouhh..
shhshshshh..
Tahan Bii.. aku.. juga mau keluuarr..
Lalu beberapa detik kemudian terasa penisku di
guyur cairan yang sangat deras.. serr.. penisku pun berdenyut hebat dan, serr..
terasa sangat nikmat sekali, rasanya tulang-tulang ku copot semua. aku pun
rubuh diatas wanita setengah baya yang tengah menikmati orgasmenya.
Bi.. terima kasih ya.. memek Bibi enak kataku
sambil mencupang buah dadanya.
Den kapan-kapan Bibi dikasih lagi yaa.
akhirnya kami tertidur dengan penisku menancap di memek Bi Sum, tanpa aku
sadari permainan ku tadi dilihat semua oleh tanteku, sambil dia mempermainkan
memeknya dengan jarinya. sekian pengalaman saya dengan Bi Sum, pembantu tante
saya yang sangat menggiurkan. lain kali akan saya ceritakan pengalaman saya
dengan tante saya yang mengintip permainan saya dengan Bi Sum, yang tentunya
lebih menghebohkan, karena tante saya ini orang yang hipersex, jadi nafsunya
sangat besar, dan meledak-ledak.
Tamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar