![miyabi [Portal Seks]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieUomCcUYDcyc4zrWHy_sY7KKJxH0qCBM6J7L3nZzHzqEWiVb3yND9Zf2S0lOmnrkBJT3Z0KNpCWfnYINWB6zD5z9bNg7aKkD-vmynRKoFEvZDt4982Q8zz8jwKdO7pFTuwJQmCzrQn82U/s400/m.jpg)
Hobby favorite saya adalah main ski. Pertama
kali saya tiba di Amerika, saya tidak sabar untuk belajar ski karena pada
dasarnya saya suka sekali dengan tantangan. Nama saya Arthur, ini kisahku.
Pada bulan September 1998, teman baik saya
bernama Antonio (dari Italia) mengirim saya email. Inti email adalah
International Student Organization (ISO) kampus saya tahun ini akan mengadakan
ski trip ke Aspen di negara bagian Colorado. Pada tahun-tahun sebelumnya, ski
trip biasanya diadakan ke Bear Mountain di California, Mount Hood di Oregon
atau ke Utah. Saya langsung menjawab dengan antusias kesediaan ikut. Saya minta
si Vita untuk didaftarkan juga karena ia suka main ski.
Vita adalah seks partner saya. Kita adalah
teman baik tapi kita tidak mau terikat hubungan ikatan. Cukup hubungan intim.
Ski trip diadakan pada hari Thanksgiving di bulan November. Thanksgiving
merupakan hari perayaan nasional orang Amerika dimana beratus tahun yang lalu
nenek moyang orang Amerika beremigrasi dari Inggris. Setiba di benua Amerika,
mereka tidak punya makanan sama sekali. Beruntung orang Indian berbaik hati dan
memberi mereka makanan. Kebaikan hati dan sikap bersahabat orang Indian ini
dijadikan sebagai perayaan Thanksgiving di Amerika. OK, kita lanjutkan
ceritanya.
Thanksgiving Day 1998
Jum’at
Saya dan Vita sudah menunggu di airport untuk
berangkat ke Aspen. Saya dan Vita telah membawa sendiri peralatan ski. Ada
sekitar 30 orang yang ikut serta. Si Antonio dan pacarnya, Priscilla (orang
Venezuela) tampak sibuk mengatur dan mendaftar orang-orang yang telah hadir.
Sebagian besar yang ikut adalah anak-anak freshman. Ada 2 orang Indonesia yang ikut.
Jam 6 pagi tepat, pesawat United Airline yang kami tumpangi berangkat menuju ke
Aspen. Jam 9:30, pesawat mendarat di Denver. Lalu dengan mengendarai bis yang
telah disewa, kami melanjutkan perjalanan ke Aspen yang memakan waktu 2 jam.
Setiba di Aspen, para panitia langsung
check-in ke hotel dan menunjukkan kamar-kamar para peserta ski trip. Saya dan
Vita mendapatkan tempat di lodge bersama dengan Antonio dan Priscilla, tetapi
kamarnya dibuat terpisah yaitu Vita dan Priscilla sedangkan saya dengan Antonio.
Setelah makan siang, rombongan dibawa ke tempat bermain ski. Bagi yang tidak
punya peralatan ski, bisa sewa. Tempat bermain ski dikelilingi pegunungan yang
sangat indah dan tertutup salju. Sejauh mata memandang, semuanya putih. Di
lereng gunung, terlihat rumah-rumah dari kayu serta hotel-hotel ditengah-tengah
pepohonan cemara.
Pemandangan yang sangat cantik. Saya sibuk
memotret pemandangan ini dengan peralatan kameraku. Peserta yang belum bisa
main ski disediakan guru, sedangkan yang sudah bisa main ski diperbolehkan
untuk naik ski lift jalur kuning untuk dibawa ke atas gunung. Perjalanan naik
ski lift keatas gunung memakan waktu 3 menit, tapi perjalanan turun kebawah
bisa butuh waktu lebih lama karena track skinya dibuat mengitari gunung.
Saya, Vita, Antonio dan Priscilla langsung
naik ski lift ke jalur merah. Jalur merah merupakan jalur yang paling curam dan
tinggi. Hanya direkomendasikan bagi yang sudah ahli main ski. Ada beberapa
teman dari Rusia, Jepang dan Inggris yang ikut dengan kita ke jalur merah.
Setiba di puncak gunung, kita semua langsung balapan turun kebawah. Benar-benar
menegangkan dan menyenangkan. Sambil meluncur turun, tidak henti-hentinya kita
saling memotong depan teman sambil tertawa-tawa. Begitu sampai di ski station di
lereng gunung, kembali kita naik ski lift dan berlomba adu cepat menuruni
gunung dengan ski.
Pemandangan dari atas gunung benar-benar
indah. Cuaca –20 derajat celcius tidak terasa begitu dingin karena badan kami
sudah hangat dibungkus jaket ski yang tebal. Tidak terasa, kami sudah main ski
selama 5 jam. Kami istirahat ke ski station untuk makan dan minum. Puas
istirahat, Saya, Vita, Priscilla dan Antonio kembali melanjutkan main ski.
Teman-teman yang lain memutuskan untuk kembali ke hotel untuk istirahat.
Ternyata bermain ski di malam hari tidak kalah indah karena lampu-lampu
disepanjang ski track membuat suasana lebih romantis dan indah. Jam 7 malam,
kami berempat sudah lelah dan diputuskan untuk kembali ke cottage.
Karena Antonio adalah ketua panitia, maka ia
bebas memilih sendiri cottage yang diinginkan. Didalam cottage kami ada
Jacuzzi. Jacuzzinya terletak di teras lantai dua. Antonio menawarkan untuk
berendam di air hangat Jacuzzi setelah makan malam, saya langsung setuju. Acara
makan malam untuk peserta diadakan di restoran dekat hotel. Acara makan malam
disusul dengan games dan penyalaan api unggun.
Selesai acara itu, kita berempat kembali ke
cottage. Jacuzzi telah disiapkan Antonio. Saya dan Antonio langsung membuka
membuka semua baju hangat dan nyemplung ke Jacuzzi dengan menggunakan celana
pendek. Sedangkan Vita dan Priscilla menggunakan BH dan celana dalam. Saya
belum bercerita tentang Priscilla. Priscilla sangat cantik, ia adalah bom seks
di ISO. Wajahnya yang khas dari negara latin membuat dirinya sangat cantik dan
erotis. Rambunya berwarna pirang, buah dadanya besar dan tubuhnya langsing dan
berisi.
Sering sekali saya mendengar komentar dari
teman-teman yang horny melihat Priscilla di kampus. Jujur saja, saya sering
ereksi melihat cara Priscilla berpakaian di kampus dan sekarang malam ini
Priscilla hanya menggunakan BH dan celana dalam di hadapan saya, oh yes! I’m in
paradise. Antonio sendiri orangnya ganteng. Tingginya 185 cm, tubuhnya sangat
atletis, wajahnya khas orang Italia dengan rambutnya yang selalu terlihat
klimis. Sedangkan Vita, seks partner saya, bertubuh langsing padat dan buah
dadanya besar. Rambutnya panjang dan kulitnya putih.
Sambil menikmati kehangatan Jacuzzi, saya
memeluk Vita dan Antonio memeluk Priscilla. Kita berendam sambil minum wine dan
saling bertukar cerita sambil tertawa-tawa. Vita kemudian minta ijin untuk ke
toilet. Saya melihat mata Antonio langsung memperhatikan tubuh Vita yang
dibalut BH dan celana dalam yang basah sehingga tampak puting dan bulu
kemaluannya.
Tidak lama, si Priscilla ikut-ikutan ke
toilet, sekarang giliran saya melihat tubuh Priscilla yang molek. Saya dan
Antonio kembali ngobrol sambil minum. Vita dan Priscilla kembali ke Jacuzzi
sambil tertawa-tawa. Vita menarik tangan saya untuk keluar dari Jacuzzi dan
Priscilla juga menarik tangan Antonio. Dengan tanda tanya, kita berdua
mengeringkan tubuh dengan handuk dan dibimbing ke ruang tengah. Perapian sudah
dinyalakan sehingga ruangan telah hangat.
“Saya dan Vita sepakat, malam ini kita
bertukar pasangan” kata Priscilla sambil tersenyum.
“Agree guys?” kata Vita.
“Terserah panitia yang punya acara” kata saya.
“Up to you ladies” kata Antonio sambil
tertawa.
“Sekarang kalian berdua duduk disofa” kata
Priscilla.
Saya dan Antonio duduk di sofa kemudian Vita
membuka BH Priscilla dan menarik celana dalamnya, lalu gantian Priscilla
membuka BH dan celana dalam Vita. Saya dan Antonio tak henti-hentinya menelan
ludah melihat tubuh-tubuh telanjang itu.
Vita menghampiri Antonio dan mereka langsung
berciuman. Priscilla juga menghampiri diriku dan kita berciuman. Tak
henti-hentinya tangan saya menggerayangi tubuh Priscilla, saya remas buah
dadanya dan mengusap vaginanya. Priscilla sangat agresif. Kontol saya diremas
dan ditarik. Saya melirik ke Vita dan mereka sedang sibuk dalam posisi 69.
Priscilla kemudian jongkok dihadapanku, kontol
saya langsung dihisap dengan penuh nafsu, sekali-sekali matanya melirik kesaya
dengan pandangan menggoda. Kemudian Priscilla mencondongkan dadanya ke kontol
saya lalu kontol saya dikepit diantara payudaranya yang besar. Langsung saya
mendongakkan kepala merasakan kenikmatan ini. Payudara Priscilla dikepit dengan
keras sambil digoyang naik turun sehingga kontol saya terasa seperti
dikocok-kocok.
“Oh yes baby, do it again” pinta saya.
Saya lalu bertukar posisi, Priscilla duduk di
sofa dan saya mulai menjilat vaginanya. Priscilla menjerit dengan nikmat sambil
meremas kepala saya. Saya melihat Vita dalam posisi doggy style dan Antonio
sedang menggenjot kontolnya dalam vagina Vita. Vita mendesah-desah sambil
meremas payudaranya
“Yes Antonio, ***** me, ***** me like a *****”
seru Vita.
Melihat Vita terlihat tak berdaya disetubuhi
Antonio, gairah saya bertambah dan saya langsung mengarahkan kontol saya ke
vagina Priscilla. Ini benar-benar saat yang saya pernah mimpikan, menyetubuhi
Priscilla. Wajah Priscilla yang sayu terlihat semakin menggairahkan. Priscilla
mengangkat kakinya tinggi lalu menahannya dengan merangkul pangkal pahanya,
sedangkan saya mencondongkan dada saya ke dada Priscilla sambil menggenjotnya.
Priscilla kelihatannya semakin keras digenjot
semakin liar. Priscilla memutar tubuhnya sehingga posisi berganti menjadi doggy
style. Payudara Priscilla yang besar tampak menggelantung langsung saya
remas-remas. Priscilla dengan lihai memutar-mutar pantatnya sambil mengikuti
irama genjotanku. Baru sekali ini saya merasakan goyangan seperti itu.
Tak lama saya mendengar si Antonio melenguh
dengan keras, kontolnya ditarik keluar dari vagina Vita dan diarahkan ke mulut
Vita. Vita menjilat dan menelan peju Antonio. Setelah bersih, kembali Antonio
memasukkan kontolnya ke vagina Vita dalam posisi doggy style. Keringat
disekujur tubuh Vita dan Antonio mengalir dengan deras. Saya sendiri terus
menggenjot Priscilla, sekitar 2 atau 3 kali Priscilla memekik dengan keras dan
tubuhnya sedikit mengejang tapi ia terus menggoyangkan pantatnya, rupanya ia
sedang mengalami multiple orgasm. Saya menjadi kagum melihat stamina Priscilla
yang kuat, tapi saya tidak ingin kalah kuat dengannya.
Saya mengubah posisi menjadi duduk lalu
Priscilla duduk dipangkuan saya tetapi membelakangiku. Kembali ia menggoyang
tubuhnya naik turun dengan penuh enerjik, sedangkan saya meremas payudaranya
dari belakang. Akhirnya pertahanan saya runtuh, saya mulai klimaks. Saya berseru
dengan nikmat saat peju saya keluar sedangkan Priscilla menghujamkan vaginanya
dengan keras ke kontolku sambil berteriak penuh nikmat. Setelah peju saya
keluar semua, saya dan Priscilla langsung terduduk dengan lemas. Priscilla
duduk dipangkuanku dan kita kembali berciuman. Saya meremas dan menghisap
putingnya sedangkan tangan kanan saya kembali mengelus vaginanya.
Vita sendiri tak kalah seru. Antonio dan Vita
sedang ML dalam posisi berdiri. Vita berdiri menghadap ke dinding dengan kedua
tangannya bertumpu pada dinding sedangkan Antonio dari arah belakang menggenjot
kontolnya dalam vagina Vita. Tak henti-hentinya payudara Vita diremas-remas
Antonio dan Vita berseru-seru dengan nikmat untuk digenjot lebih keras. Tak
lama Antonio kembali ejakulasi, ditarik kontolnya dari vagina Vita lalu dikocok
sehingga pejunya muncrat ke pantat Vita. Vita menengok kebelakang dan Antonio
mencium bibirnya sambil meremas payudaranya.
Priscilla lalu mendorong tubuh saya sampai
telentang di sofa. Kembali Priscilla jongkok dihadapanku lalu memasukkan
kontolku ke vaginanya. Dengan penuh gairah, ia kembali mengocok-kocok kontolku
dalam vaginanya. Ia merebahkan dadanya kedadaku lalu berciuman. Payudaranya
saya remas dengan lembut. Saya melirik ke Vita dan mereka sedang berpelukan sambil
melihat kita bersetubuh.
Sambil menghisap puting Priscilla, tiba-tiba
Vita berdiri mengangkang dimuka saya lalu mendekatkan vaginanya ke mulutku,
langsung saya menjilat vaginanya yang basah. Vita yang posisinya jongkok diatas
muka saya, tiba-tiba dengan pelan Priscilla mendorong punggung Vita ke depan
sehingga Vita menjadi nungging diatas diriku, Priscilla kemudian sambil
bersetubuh diatas diriku menjilat anus Vita. Vita mendesah-desah menikmati
jilatan lidahku di vaginanya dan lidah Priscilla di anusnya. Saya kemudian
melihat Antonio berdiri dibelakang Priscilla.
Wah mau ngapain dia? Saya bertanya dalam hati.
Ternyata Antonio mulai memasukkan kontolnya
kedalam anus Priscilla. Priscilla mendongak saat kontol Antonio masuk kedalam
anusnya, Priscilla menghentikan goyangannya dan membiarkan kontol Antonio masuk
lebih dalam. Kemudian Priscilla pelan-pelan mengayunkan pantatnya dan secara
bersamaan kontol saya keluar masuk vaginanya begitu pula kontol Antonio kedalam
anus Priscilla. Saya sebenarnya tidak bisa melihat ini dengan jelas, tapi
beruntung Vita telah memasang handycam disudut ruangan sebelum pertarungan ini
dimulai sehingga kita berempat bisa menontonnya.
Di video itu, terlihat posisi kita berempat
yang saling bertumpang tindih. Saya dibagian bawah ditindih oleh Priscilla dan
Vita nungging dimuka saya menerima jilatan divagina dan jilatan di anus dari
Priscilla. Sedangkan Priscilla vaginanya diisi oleh kontol saya dan Antonio
berdiri dibelakang Priscilla menyetubuhi anus Priscilla. Akhirnya peju saya
keluar didalam vagina Priscilla dan Antonio pun mengalami ejakulasi. Peju
Antonio memenuhi anus Priscilla. Priscilla terkulai lemas dipelukan saya. Vita
jongkok disamping saya lalu mencium bibir Priscilla dengan mesra sambil
membelai rambutnya. Akhirnya kita berempat tertidur didepan perapian sambil
berselimutan tanpa mengenakan baju.
Sabtu
Pagi hari, kami berempat bangun, sebenarnya
kami agak malas bangun tapi berhubung Antonio dan Priscilla adalah panitia maka
mereka harus segera mengatur acara untuk hari ini. Acara pagi ini adalah
sarapan dilanjutkan dengan hiking di pedesaan di Aspen. Suasana hiking berjalan
dengan seru. Di sebuah lapangan yang luas, para peserta beristirahat. Ada yang
membuat snowman, ada yang timpuk-timpukan salju. Jam 12 siang, kami semua
kembali ke hotel untuk makan siang. Peserta bebas memilih mau main ski atau
shopping di Aspen. Banyak yang memilih kembali main ski.
Saya, Vita, Antonio dan Priscilla kembali
bermain ski sampai makan malam. Makan malam kali ini diadakan di sebuah
restoran di Aspen. Restoran terbuat dari kayu dengan hiasan-hiasan ala koboi.
Selesai makan malam, peserta ada yang kembali ke hotel, ada yang belanja di
Aspen, ada yang foto-foto. Kita berempat memilih untuk jalan-jalan didaerah
pedesaan. Suasana sangat romantis. Saya berjalan sambil memeluk Vita dan
Antonio memeluk Priscilla. Setelah lelah, kita kembali ke cottage.
Malam itu kembali kita berempat bersetubuh
dengan berbagai gaya. Vita kebagian double penetration, saya memasuki kontolku
kedalam anusnya sedangkan Antonio memasukkan kontolnya dalam vagina Vita dan
Priscilla tak henti-hentinya berciuman dengan Vita. Priscilla mendapat bagian
diikat tangan dan kakinya sehingga saya, Vita dan Antonio dengan bebas
menikmati tubuhnya. Lalu ganti posisi dimana saya telentang dan Vita jongkok
diatas pinggulku sambil mengocok kontol saya dalam vaginanya sedangkan
Priscilla jongkok di atas mukaku sehingga saya bisa menjilat vaginanya. Vita
dan Priscilla saling meremas payudara dan berciuman kemudian Antonio berdiri
ditengah dan menyodorkan kontolnya ke mereka berdua. Secara gantian mereka
menghisap kontol Antonio.
Kami berpesta seks sampai jam 4 pagi lalu tertidur.
Jam 7 pagi kami terbangun dan langsung membereskan barang-barang karena bis
akan segera berangkat mengantar kita semua ke Denver lalu kembali ke San
Francisco.
Entah mana yang jauh lebih asyik, naik ke
puncak gunung lalu meluncur dengan ski dengan kecepatan tinggi, atau bersetubuh
dengan dua bidadari. Yang pasti, semuanya nikmat dan tak terlupakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar