
Tita mendorong tubuh Abi keranjang dan jatuh
celentang. Tita juga segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang menyusul Abi.
Keduanya kembali berciuman dengan buas. Tapi tidak lama karena Tita mendorong
kepala Abi kebawah. Ia ingin Abi mengerjai buahdadanya. Abi menurut karena ia
pun sudah ingin merasakan lembutnya sepasang bukit kembar yang montok berisi
itu. Tita mendesah sambil mengerumus rambut Abi yang mulai menjilati dan menghisapi
salah satu pentil buahdadanya. Sedangkan yang satunya diremasi tangan Abi
dengan lembut. Abi merasakan buahdada yang lembut dan perlahan terasa semakin
menegang dengan puting yang mengeras.
"Oh Bi! Geliin..terus akh!" Tangan
Abi yang satunya mulai merambahi kembali selangkangan perempuan itu. Tita
menyambutnya dengan merenggangkan kedua kakinya.
"Ahh..terus sayang!" desisnya ketika
jemari pemuda itu mulai menyentuh kemaluannya. Jemari Abi dengan perlahan
menyusuri lembah berbulu dimana didalamnya terdapat bibir lembut yang lembab.
Tita semakin menggelinjang ketika ujung jari
Abi menyentuh kelentitnya. Kini mulut dan tangan Abi secara bersamaan
memberikan rangsangan kepada perempuan kesepian yang haus seks itu. Sementara
Tita juga sangat menikmati jilatan dan rabaan pemuda itu.Beberapa lama kemudian
Abi mengambil inisiatif setelah puas merambahi sepasang bukit ranum itu,
perlahan mulutnya mulai bergerak kebawah menyusuri perut mulus Tita dan
berhenti di pusarnya.
Tita menggelinjang ketika pusarnya dijilat
lidah pemuda itu. Tita rupanya tidak mau nganggur sendiri. Ditariknya pinggul
Abi kearah kepalanya. Abi faham maksudnya. Dengan segera dikangkangi kepala
Tita diantara kedua pahanya dan menempatkan pangkal pahanya dengan batang
kontol yang menegang keras diatas muka Tita. Yang segera disambut kuluman Tita
dengan bernafsu. Abi juga sudah menempatkan kepalanya diantara paha Tita yang
mengangkang. Mulutnya mulai merambahi kembali lembah harum berjembut lebat itu.
Keduanya melakukan tugas dengan nafsu yang semakin tinggi dan terus berusaha
merangsang pasangan masing-masing.
Tita istri kesepian yang bertahun-tahun
menyimpan hasrat, sehingga sekarang seakan mempunyai nafsu yang sepertinya tak
habis-habis untuk ditumpahkan. Demikian juga dengan Abi pemuda lajang yang
cukup berpengalaman dalam urusan perempuan tapi baru kali ini bercinta dengan
istri orang, sehingga fantasi yang dirasakan sangat beda dari yang pernah
dialami sebelumnya.
"Oh! Bi, lakukanlah" desah Tita
mulai tak tahan menahan hasratnya. Abi segera menghentikan jilatannya dan
mengatur posisi. Tita celentang pasrah dengan kedua paha terbuka lebar
menantikan hujaman batang kontol Abi pada lubang memeknya yang telah semakin
berdenyut.
Dadanya berdebar kencang, mengingatkannya pada
malam pertama ketika untuk pertama kali diperawani suaminya. Usianya belum lagi
tujuhbelas tahun waktu itu. Tak ada kemesraaan dan kenikmatan, yang ada hanya
kesakitan ketika batang kontol Hamdan merobek lubang kemaluannya. Untung cuma
berlangsung sebentar karena suaminya cepat keluar air maninya. Dilihatnya wajah
puas suaminya ketika ada bercak darah disprei, tanda istrinya masih perawan.
Tita tersentak dari mimpi buruknya ketika
terasa benda hangat menyentuh bibir memeknya. Direngkuhnya tubuh Abi ketika
perlahan batang kontol yang keras itu mulai menyusuri lubang memeknya.
"Akh! enak Bi!" desisnya. Tangannya
menekan pinggul Abi agar batang kontol pemuda itu masuk seluruhnya.
Abi juga merasakan nikmat. Memek Tita masih
terasa sempit dan seret. Abi mulai menggerakkan pinggulnya perlahan naik-turun
dan terus dipercepat diimbangi gerakan pinggul Tita. Keduanya terus berpacu
menggapai nikmat.
"Ayo Bi geyol terusss!" desis Tita
makin hilang kendali merasakan nikmat yang baru kali ini dirasakan. Abi
mengerakkan pinggulnya semakin cepat dan keras. Sesekali disentakkan kedepan
sehingga batang kontolnya tuntas masuk seluruhnya kedalam memek Tita.
"Oh..Bi !"jerit Tita nkmat setiap
kali Abi melakukannya.Terasa batang kontol itu menyodok dasar lubang memeknya
yang terdalam.
Semakin sering Abi melakukannya, semakin
bertambah nikmat yang dirasakan Tita sehingga pada hentakan yang sekian Tita
merasakan otot diseluruh tubuhnya meregang. Dengan tangannya ditekan pantat Abi
agar hujaman bantang kontol itu semakin dalam. Dan terasa ada yang
berdenyut-denyut didalam lubang memeknya.
"Ahk..! Ahduh akhh!" teriaknya
tertahan merasakan orgasme yang untuk pertama kali saat bersanggama dengan
lelaki. Sangat nikmat dirasakan Tita. Seluruh tubuhnya terasa dialiri listrik
berkekuatan rendah yang membuatnya berdesir. Abi yang belum keluar terus
menggerakkan pinggulnya semakin cepat. Menyebabkan Tita kembali berusaha
mengimbangi.
Diangkat kedua kakinya keatas dan dipegang
dengan kedua tangannya, sehingga pinggulnya sedikit terangkat sehingga memeknya
semakin menjengkit. Menyebabkan hujaman kontol Abi semakin dalam. Abi yang
berusaha mencapai kenikmatannya, merasa lebih nikmat dengan posisi Tita seperti
itu. Demikian juga dengan Tita, perlahan kenikmatan puncak yang belum turun
benar naik lagi.Tita mengangkat dan menumpangkan kakinya dipundak Abi, sehingga
selangkangannya lebih terangkat.
Abi memeluk kedua kaki Tita, sehingga tubuhnya
setengah berdiri. Dirasakan jepitan memek Tita lebih terasa sehingga gesekan
batang kontolnya menjadi semakin nikmat. Abi semakin menghentakkan pinggulnya
ketika dirasakan kenikmatan puncak sudah semakin dekat dirasakan.
"Ahhh" Abi mendesah nikmat ketika
dari batang kontolnya menyembur cairan kenikmatannya. Dikocoknya terus batang
kontol itu untuk menuntaskan hasratnya. Bersamaan dengan itu Tita rupanya juga
merasakan kenikmatan yang kedua kalinya.
"Akhh!!" jeritnya untuk kedua kali
merasakan orgasme berturut-turut.Tubuh Abi ambruk diatas tubuh Tita. Keduanya
saling berdekapan. Kemaluan mereka masih bertaut. Keringat mengucur dari tubuh
keduanya, bersatu. Nafas saling memburu.
"Hatur nuhun ya Bi, hatur nuhun"
kata Tita terbata mengucapkan terima kasih diantara nafasnya yang memburu.
Tuntas sudah hasratnya. Dua tubuh yang panas berkeringat terus berdekapan
mengatasi dinginnya malam.
Tak sampai sepuluh menit mereka saling
berdekapan ketika dirasakan Abi, batang kontolnya yang telah lepas dari lubang
memek Tita mulai dirabai dan diremas kembali oleh tangan Tita. Rupanya
perempuan ini sudah ingin lagi. Abi tersenyum dalam hati, lembur nih ini malam!
Memang Tita sudah bangkit lagi hasratnya. Nafsunya yang lama terpendam
seakan-akan segera muncul kembali meskipun baru terpenuhi. Sepertinya ia tidak
ingin melepaskan kesempatan malam ini untuk bercinta sebanyak mungkin dengan
Abi sampai besok pagi, dengan berbagai teknik dan posisi yang selama ini cuma
diangankannya.
Dan malam itu mereka melewati malam panjang
dengan penuh keringat, cumbuan, rabaan, hentakan nafas dan desahan nikmat
berkali-kali sampai pagi.
***
Abi bangun ketika dirasakan sinar matahari
menyinari tubuhnya yang masih telanjang cuma ditutupi selimut. Ia masih
terbaring diranjang tempat dia bercinta sepanjang malam dengan Tita. Dilihatnya
jam sudah pukul sembilan. Badannya terasa segar meskipun sepanjang malam
mengeluarkan tenaga untuk melayani dan mengimbangi nafsu Tita yang ternyata tak
kenal puas. Tak kurang dari lima ronde dilewati oleh mereka dengan sebentar
saja istirahat.
Abi ingat setiap dua atau tiga ronde, Tita
selalu membuatkannya minuman sejenis jamu yang ternyata sangat berkhasiat
memulihkan energinya sehingga sanggup melayani perempuan yang haus sex itu
berkali-kali. Abi masih berbaring. Dicobanya membayangkan kejadian tadi malam.
Seperti mimpi tapi benar terjadi. Perempuan yang terlihat lembut tapi ternyata
sangat ganas di tempat tidur. Berbagai posisi bercinta telah mereka lakukan
semalam.
Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan masuklah Tita
dengan pakaian lengkap dengan jilbab rapat menutup rambutnya membawa nampan
berisi roti dan minuman.
"Eh sudah bangun, bagaimana tidurnya
nyenyak" katanya sambil tersenyum dan langsung duduk ditepi ranjang.
"Nih sarapan dulu, nantikan kerja keras
lagi" katanya sambil senyum menggoda.
Disodorkanya gelas yang berisi telor setengah
matang dicampur minuman yang menurut Tita ramuan rahasia menambah gairah
lelaki. Kemudian Tita memberikannya sepotong roti yang dilahap oleh Abi dengan
cepat. Baru terasa perutnya sangat lapar.
"Teteh mau kemana sih kok rapi"
tanya Abi
"Baru nganter anak saya ke rumah Teh
Siti. Biar kita bebas" kata Tita kembali tersenyum nakal. Abi merasa
girang karena hasratnya juga mulai berkobar lagi justru karena melihat Tita
berpakaian lengkap.
"Teteh beda banget deh kalau pake jilbab
gini. Jadinya takut aku macem-macem sama teteh alimmm banget." Goda Abi
sambil pura-pura menutupi tubunya yang masih bugil itu.
"Kamu bisa aja sih Bi, biar pake jilbab
aku kan juga manusia biasa pengen kehangatan, pengen kenikmatan" jawabnya
sambil mencubit paha Abi, sambil tangan kanannya mencoba melepas jilbabnya.
"Teh .. jangan dilepas dulu jilbabnya
Teteh mau ngga memenuhi permintaan saya?" kata Abi.
"Apa sih?" tanya Tita agak heran.
"Maaf nih Teh, "kata Abi,
"Teteh mau ngga bergaya seperti penari striptease, membuka satu-persatu
baju Teteh didepan saya?".
"Kenapa tidak" kata jawab Tita Tita
tersenyum manis sambil bangkit dan mulai bergaya seperti penari salsa.
Mengerakkan tangannya juga pinggulnya. Sambil berputar berusaha melepas
jilbabnya.
"Jilbabnya jangan dilepas dulu teh"
seru Abi.Abi memperhatikannya sambil berbaring menyender di ranjang. Matanya
berbinar menyaksikan gaya dan aktrasi Tita. Dengan masih bergoyang, Tita mulai
membuka kancing bajunya sehingga mencuatlah buah dada montoknya yang terbungkus
BH. Sambil terus menggoyangkan pinggulnya meluncurlah celana panjang yang
dipakainya, hingga kini Tita hanya mengenakan jilbab, BH dan Celana dalam
berwarna pink.
Dalam keadaan setengah bugil itu goyangan Tita
semakin seronok dan menggoda. Kedua tangannya meremasi buahdadanya sambil
pinggulnya bergoyang maju-mundur. Abi benar-benar terpesona memandang didepan
matanya seorang wanita berjilbab menari erotis hanya menggunakan BH dan celana
dalam wow dan perlahan batang kontolnya mulai ngaceng.
Tita naik keatas ranjang. Tariannya kini
semakin liar. Disorongkannya pangkal pahanya ke muka Abi sambil menurunkan
celana dalamnya sedikit, memperlihatkan bulu jembutnya. Abi menanggapi dengan
meraba paha Tita dan membelainya. Kini selangkangan Tita tepat dimuka Abi.Dengan
tangannya ditariknya kebawah celana dalam Tita dan langsung dijilati rimbunan
jembut menghitam yang dibaliknya terdapat lembah yang nikmat. Tita
mengangkangkan kedua kakinya sambil sedikit menekuk lututnya. Tangannya
memegang tembok.
Pinggulnya kini bergerak perlahan mengimbangi
jilatan lidah Abi pada selangkangannya.Abi menengadah dengan mulut dan lidahnya
merambahi daerah kemaluan Tita dengan rakus. Tita mendesah nikmat diperlakukan
seperti itu, satu tangannya kini meremasi buahdadanya yang telah terbuka.
Dengan ujung lidahnya Abi menjilati lubang memek Tita yang sudah dikuakkan jari
tangannya.
Dengan penuh nafsu belahan lembut itu tidak
hanya dijilat tapi juga dihisap. Sangat eksotis sekali melihat pemandangan ini,
seorang wanita yang masih mengenakan kerudung/jilbabnya sedang dalam keadaan
terangsang berat dan kedua tangannya meremas buah dadanya sendiri. Tita
merintih nikmat ketika satu jari tengah Abi dimasukkan kedalam lubang memeknya
yang semakin basah. Abi menggerakkan jarinya keluar masuk di liang kenikmatan
itu dengan sesekali mengoreknya seperti mencari sesuatu, ditambah lidahnya
terus menjilati kelentit perempuan itu, menyebabkan Tita semakin mengelinjang
liar.
Tita semakin keras meremasi buah dadanya.
Tubuhnya bergetar hebat menerima sentuhan pada lubang memeknya. Kaki Tita
terasa tidak kuat menyangga tubuhnya hingga terduduk. Jari Abi masih terhujam
dilubang memeknya. Tita membaringkan tubuhnya kebelakang sedangkan pinggulnya
diangkat keatas sehingga posisinya melengkung seperti pemain akrobat.
Kemaluannya mendongak keatas disangga kedua kakinya yang terbuka. Sehingga
kembali mulut Abi dapat merambahi lembah berbulu itu dengan bebas.
Entah kenapa, Abi sangat suka menjilati
seputar memek Tita, selain berbau harum juga sangat indah bila dipandang. Dan
tentu Tita juga sangat menyukai perlakuan Abi itu, sesuatu yang telah
didambakan selama bertahun-tahun.Setelah beberapa lama, rupanya Tita ingin
segera disodok lubang memeknya dengan batang kontol pemuda itu yang telah keras
mengaceng.
Diturunkan tubuhnya dan mengarahkan
selangkangannya kebatang kontol Abi yang telah mengaceng keatas. Abi membantu
mengarahkan batang kontolnya kelubang yang telah basah merekah itu. Tita
mendesah ketika kepala kontol Abi perlahan menyusup kedalam lubang memeknya
yang sempit. Lubang memek Tita meskipun sudah pernah melahirkan masih terasa
sempit dan peret. Itu hasil dari rutinnya ia minum ramuan warisan orang tuanya.
Sehingga selain lebih rapet juga memeknya berbau harum. Begitu juga ramuan yang
diberikan kepada Abi, ramuan khusus untuk lelaki yang membuatnya perkasa dan
selalu siap tempur. Dan itu dirasakan oleh Abi setelah minum ramuan buatan
Tita. Tubuhnya kembali segar dan batang kontolnya selalu siap tempur.Secara
normal Abi memang lelaki yang kuat berhubungan sex, tapi semalaman lima kali
bertempur pastilah pagi ini ia masih kecapaian.
Nyatanya pagi ini ia kembali bergairah bahkan
semakin tinggi dorongan birahinya. Abi sempat bertanya kenapa ramuan itu tidak
diberikan kepada suaminya. Ternyata Tita pernah memberikan suaminya minuman
itu, tapi ternya suaminya marah-marah dan melempar gelasnya. Baginya haram
minum minuman yang cuma untuk meningkatkan nafsu belaka.
Abi merasakan selusuran batang kontolnya
didalam lubang memek Tita yang kering tapi lembut. Sehingga sentuhan kepala
kontolnya yang sensitif pada dinding lubang memek itu menjadi lebih nikmat.
Tita mulai menggerakkan tubuhnya naik turun perlahan dan semakin cepat
diselingi hentakan-hentakan yang liar. Posisi Abi yang duduk menyandar di
sandaran tempat tidur hanya bisa sedikit mengimbangi gerakan Tita yang semakin
cepat. Tangannya memegang pinggul montok perempuan itu mengikuti gerakan turun
naiknya.
Sepasang buah dada yang montok itu
terguncang-guncang menggesek muka Abi. Sesekali Tita menghempaskan pingulnya
kebawah sehingga batang kontol Abi menghujam seluruhnya didalam lubang
memeknya. Dan itu mendatangkan nikmat yang sangat bagi Tita ketika kepala
kontol Abi menghujam lubang memeknya yang terdalam yang paling sensitif. Tita
terus mehentakkan pinggulnya semakin cepat ketika dirasahan tubuhnya mulai
dialiri getaran yang semakin keras, dan tanpa bisa dicegah tubuhnya mengejang
ketika getaran itu mencapai puncaknya.
"Achhh..!! " jeritnya keras
merasakan puncak kenikmatan.
Tubuhnya mendekap Abi dengan ketat. Abi yang
belum tertuntaskan hasratnya kemudian mendorong tubuh Tita kebelakang hingga
terlentang dengan tubuh Abi berada diatasnya. Batang kontolnya masih bertaut
dalam dilubang memek Tita. Segera Abi mengerakkan pinggulnya naik turun
melanjutkan gerakan yang dibuat Tita. Gerakan Abi langsung cepat karena ia juga
ingin membuat Tita orgasme yang kedua kalinya berturut-turut, seperti yang
selalu dilakukan sepanjang malam tadi. Bahkan ia ingin membuat hatrick, yaitu
membuat Tita klimaks tiga kali berturut-turut.
Abi merasa mampu karena tubuhnya terasa segar
sedangkan batang kontolnya masih belum terasa sensitif. Dan nyatanya dihentak
sedemikian rupa klimaks Tita yang belum surut, kembali berkobar semakin tinggi.
Tita mencoba mengimbangi goyangan Abi, tapi ternyata hanya sebentar ketika
orgasme yang kedua kali melandanya.
"Duh gusti.!.ackhh..oh! " jeritnya
nikmat.
Ia merasa puas dengan kemampuan Abi, bukan
semata karena ramuan yang diberikannya tapi karena pemuda ini memang pintar
bercinta dengan teknik yang bisa mengimbangi hasratnya. Abi terus saja
menggerakkan pinggulnya tanpa perduli, ia ingin memberikan yang terbaik kepada
perempuan ini. Kembali Abi berusaha memacu kembali hasrat Tita yang baru
klimaks dan memang tak lebih dari satu menit kembali tubuh Tita diguncang
getaran yang paling nikmat.
"Aaaarrggghh..!" desahnya kembali.
Belum pernah ia merasakan orgasme tiga kali
berturut-turut. Bahkan yang dua kali secara beruntun. Sehingga tubuhnya terasa
melayang kelangit kenikmatan ketujuh. Abi yang masih segar belum menghentikan
goyangannya bahkan semakin cepat karena ia mulai merasakan nikmat pada batang
kontolnya. Tita yang telah KO tiga kali hanya bisa celentang pasrah, seluruh
persendiannya terasa lemas. Tapi tiba-tiba hasratnya untuk menikmati airmani
Abi muncul.
"Bi, saya mau kulum punya kamu"
pintanya kembali bersemangat.
Abi menghentikan goyangannya, dia maklum
rupanya Tita sudah haus ingin minum. Minum air maninya. Abi juga merasa senang
karena ada kenikmatan lain menumpahkan air maninya didalam mulut perempuan itu.
maka dicabutnya batang kontol dari lubang kenikmatan itu. Tita mengatur posisi.
Kepalanya diganjal dengan bantal sehingga setengah berbaring. Abi segera
berlutut mengangkangi badan Tita dengan batang kontolnya mengacung tepat dimuka
Tita yang langsung menyambarnya dan mengulumnya dengan nikmat.
Benar-benar pemandangan yang penuh sensasi.
Luar biasa, seorang wanita terbaring telanjang bulat dengan hanya mengenakan
jilbab, suatu paduan yang bertolak belakang apalagi mulut wanita berjilbab ini
membuka siap menerima batang kontolnya yang keras dan basah dengan lendir
vaginanya. Abi merem-melek, gairahnya seakan semakin terbakar melihat dan
merasakan bibir wanita berjilbab ini melahap dan mengulum batang kontolnya yang
sedang ngaceng dan Abi sangat menikmati sentuhan itu, dibiarkan perempuan itu
memperlakukan kontolnya dengan mulutnya.
Tita dengan penuh nafsu mengulum dan
menjilatinya. Cara perlakuannya semakin pintar dan terampil, hingga nikmat yang
dirasakan Abi semakin tinggi.Jarang ada perempuan yang dikencaninya mau
mengulum batang kontolnya apa lagi menelan air maninya. Yang mau melakukan itu
biasanya perempuan bayaran. Tapi kini perempuan baik-baik, seorang istri yang
kesepian dengan rakus melakukannya. Abi merasa beruntung bertemu dengan Tita.
Tidak terpikirkan apa reaksi Pak Hamdan bila
tahu perbuatan mereka.Abi merasa batang kontolnya semakin sensitif dikulum dan
dilumati mulut Tita yang semakin rakus. Dan tanpa dapat ditahan lagi muncratlah
cairan kenikmatan hangat dari otot tegang itu, yang segera dilahap dengan
nikmat oleh Tita. Batang kontol itu dikulum hingga hampir sepenuhnya masuk
kedalam mulutnya sehingga airmani yang tercurah langsung masuk ketenggorokannya
dan tertelan. Enak sekali dirasakan Tita.
Demikian juga dengan Abi, tubuhnya meregang
tersentak-sentak seiring curahan cairan kenikmatannya yang dengan rakus ditelan
perempuan itu. Tita bahkan juga menjilati cairan yang meleleh dibatang kontol
hingga tuntas. Dan tuntas juga ronde pertama dipagi itu. Di pagi itu, seperti
malam tadi, mereka terus kembali merengkuh kenikmatan hingga sore.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar