
alo, saya Arthur. Dalam kisah saya sebelumnya,
saya sering menceritakan tentang Vita, seks partner saya. Dan sekarang saya
memberikan kesempatan pada Vita untuk menceritakan pengalaman seksnya pada
teman-teman.
*****
Nama saya Vita. Sebenarnya itu bukan nama asli
saya, tetapi nama samaran yang diberikan Arthur dalam kisahnya di Arthur: Snow,Ski & Sex. Saya ingin membagikan juga kisah saya tetapi saya menumpang saja
memakai account Arthur di Portal Seks. Menurut orang, wajah saya cantik sekali.
Mataku yang sayu sering membuat pria tergila-gila padaku. Saya sendiri tidak GR
tapi saya merasa pria banyak yang ingin bersetubuh dengan saya. Saya senang
saja karena pada dasarnya saya juga senang ML.
Saya dibesarkan di keluarga yang taat
beragama. Dari SD hingga SMP saya disekolahkan di sebuah sekolah berlatar
belakang agama. Sebenarnya dari kelas 6 SD, gairah seksual saya tinggi sekali
tetapi saya selalu berhasil menekannya dengan membaca buku. Selesai SMP tahun
1989, saya melanjutkan ke SMA negeri di kawasan bulungan, Jakarta Selatan.
Di hari pertama masuk SMA, saya sudah langsung
akrab dengan teman-teman baru bernama Vera, Angki dan Nia. Mereka cantik, kaya
dan pintar. Dari mereka bertiga, terus terang yang bertubuh paling indah adalah
si Vera. Tubuh saya cenderung biasa saja tetapi berbuah dada besar karena dulu
saya gemuk, tetapi berkat diet ketat dan olah raga gila-gilaan, saya berhasil menurunkan
berat badan tetapi payudaraku tetap saja besar.
Di suatu hari Sabtu, sepulang sekolah kami
menginap ke rumah Vera di Pondok Indah. Rumah Vera besar sekali dan punya kolam
renang. Di rumah Vera, kami ngerumpi segala macam hal sambil bermalas-malasan
di sofa. Di sore hari, kami berempat ganti baju untuk berenang. Di kamar Vera,
dengan cueknya Vera, Angki dan Nia telanjang didepanku untuk ganti baju. Saya
awalnya agak risih tetapi saya ikut-ikutan cuek. Saya melirik tubuh ketiga
teman saya yang langsing. Ku lirik selangkangan mereka dan bulu kemaluan mereka
tercukur rapi bahkan Vera mencukur habis bulu kemaluannya. Tiba-tiba si Nia
berteriak ke arah saya..
"Gile, jembut Vita lebat banget"
Kontan Vera dan Angki menengok kearah saya.
Saya menjadi sedikit malu.
"Dicukur dong Vita, enggak malu tuh sama
celana dalam?" kata Angki.
"Gue belum pernah cukur jembut"
jawabku.
"Ini ada gunting dan shaver, cukur aja
kalau mau" kata Vera.
Saya menerima gunting dan shaver lalu mencukur
jembutku di kamar mandi Vera. Angki dan Nia tidak menunggu lebih lama, mereka
langsung menceburkan diri ke kolam renang sedangkan Vera menunggui saya.
Setelah mencoba memendekkan jembut, Vera masuk ke kamar mandi dan melihat hasil
saya.
"Kurang pendek, Vita. Abisin aja"
kata Vera.
"Nggak berani, takut lecet" jawabku.
"Sini gue bantuin" kata Vera.
Vera lalu berjongkok di hadapanku. Saya
sendiri posisinya duduk di kursi toilet. Vera membuka lebar kaki saya lalu mengoleskan
shaving cream ke sekitar vagina. Ada sensasi getaran menyelubungi tubuhku saat
jari Vera menyentuh vaginaku. Dengan cepat Vera menyapu shaver ke jembutku dan
menggunduli semua rambut-rambut didaerah kelaminku. Tak terasa dalam waktu 5
menit, Vera telah selesai dengan karyanya. Ia mengambil handuk kecil lalu
dibasahi dengan air kemudian ia membersihkan sisa-sisa shaving cream dari
selangkanganku.
"Bagus kan?" kata Vera.
Saya menengok ke bawah dan melihat vaginaku
yang botak seperti bayi. OK juga kerjaannya. Vera lalu jongkok kembali di
selangkanganku dan membersihkan sedikit selangkanganku.
"Vita, elo masih perawan ya?" kata
Vera.
"Iya, kok tau?"
"Vagina elo rapat banget" kata Vera.
Sekali-kali jari Vera membuka bibir vagina
saya. Nafasku mulai memburu menahan getaran dalam tubuhku. Ada apa ini? Tanya
saya dalam hati. Vera melirik ke arahku lalu jarinya kembali memainkan
vaginaku.
"Ooh, Vera, geli ah"
Vera nyengir nakal tapi jarinya masih
mengelus-elus vaginaku. Saya benar-benar menjadi gila rasanya menahan perasaan
ini. Tak terasa saya menjambak rambut Vera dan Vera menjadi semakin agresif
memainkan jarinya di vaginaku. Dan sekarang ia perlahan mulai menjilat vagina
saya.
"Memek kamu wangi"
"Jangan Vera" pinta saya tetapi
dalam hati ingin terus dijilat.
Vera menjilat vagina saya. Bibir vagina saya
dibuka dan lidahnya menyapu seluruh vagina saya. Klitorisku dihisap dengan
keras sehingga nafas saya tersentak-sentak. Saya memejamkan mata menikmati
lidah Vera di vaginaku. Tak berapa lama saya merasakan lidah Vera mulai naik
kearah perut lalu ke dada. Hatiku berdebar-debar menantikan perbuatan Vera
berikutnya.
Dengan lembut tangan Vera membuka BH-ku lalu
tangan kanannya mulai meremas payudara kiriku sedangkan payudara kananku
dikulum oleh Vera. Inikah yang namanya seks? Tanyaku dalam hati. 18 tahun saya
mencoba membayangkan kenikmatan seks dan saya sama sekali tak membayangkan
bahwa pengalaman pertamaku akan dengan seorang perempuan. Tetapi nikmatnya luar
biasa. Vera mengulum puting payudaraku sementara tangan kanannya sudah kembali
turun ke selangkanganku dan memainkan klitorisku. Saya menggeliat-geliat
menikmati sensualitas dalam diriku. Tiba-tiba dari luar si Nia memanggil..
"Woi, lama amat di dalam. Mau berenang
enggak?"
Vera tersenyum lalu berdiri. Saya tersipu malu
kemudian saya bergegas memakai baju berenang dan kami berdua menyusul kedua
teman yang sudah berenang.
Di malam hari selesai makan malam, kita
berempat nonton TV dikamar Vera. Oiya, orang tua Vera sedang keluar negeri
sedangkan kakak Vera lagi keluar kota karenanya rumah Vera kosong. Setelah
bosan menonton TV, kami menggosipkan orang-orang di sekolah. Pembicaraan kami
ngalor-ngidul hingga Vera membuat topik baru dengan siapa kita mau bersetubuh
di sekolah. Angki dan Nia sudah tidak perawan sejak SMP. Mereka berdua
menceritakan pengalaman seks mereka dan Vera juga menceritakan pengalaman
seksnya, saya hanya mendengarkan kisah-kisah mereka.
"Kalau gue, gue horny liat si Ari anak
kelas I-6" kata Nia.
"Iya sama dong, tetapi gue liat horny
liat si Marcel. Kayaknya kontolnya gede deh" kata Angky.
"Terus terang ya, gue dari dulu horny
banget liat si Alex. Sering banget gue bayangin kontol dia muat enggak di
vagina gue. Sorry ya Vera, gue kan tau Alex cowok elo" kata saya sambil
tersenyum.
"Hahaha, nggak apa-apa lagi. Banyak kok
yang horny liat dia. Si Angky dan Nia juga horny" kata Vera. Kami berempat
lalu tertawa bersama-sama.
Di hari Senin setelah pulang sekolah, Vera
menarik tangan saya.
"Eh Vita, beneran nih elo sering mikirin
Alex?"
"Iya sih, kenapa? Nggak apa-apa kan gue
ngomong gitu?" tanya saya.
"Nggak apa-apa kok. Gue orangnya nyantai
aja" kata Vera.
"Pernah kepikiran enggak mau ML?"
Vera kembali bertanya.
"Hah? Dengan siapa?" tanya saya
terheran-heran.
"Dengan Alex. Semalam gue cerita ke Alex
dan Alex mau aja ML dengan kamu"
"Ah gila loe Vera" jawab saya.
"Mau enggak?" desak Vera.
"Terus kamu sendiri gimana?" tanya
saya dengan heran.
"Saya sih cuek aja. Kalo bisa bikin teman
senang, kenapa enggak?" kata Vera.
"Ya boleh aja deh" kata saya dengan
deg-degan.
"Mau sekarang di rumahku?" kata
Vera.
"Boleh"
Saya naik mobil Vera dan kami berdua langsung
meluncur ke Pondok Indah. Setiba di sana, saya mandi di kamar mandi karena
panas sekali. Sambil mandi, perasaan saya antara tegang, senang, merinding.
Semua bercampur aduk. Selesai mandi, saya keluar kamar mandi mengenakan BH dan
celana dalam. Saya pikir tidak ada orang di kamar. Saya duduk di meja rias
sambil menyisir rambutku yang panjang. Tiba-tiba saya kaget karena Vera dan
Alex muncul dari balkon kamar Vera. Rupanya mereka berdua sedang menunggu saya
sambil mengobrol di balkon.
"Halo Vita" kata Alex sambil
tersenyum.
Saya membalas tersenyum lalu berdiri. Alex
memperhatikan tubuhku yang hanya ditutupi BH dan celana dalam. Tubuh Alex
sendiri tinggi dan tegap. Alex masih campuran Belanda Menado sehingga terlihat
sangat tampan.
"Hayo, langsung aja. Jangan grogi"
kata Vera bagaikan germo.
Alex lalu menghampiriku kemudian ia mencium
bibirku. Inilah pertama kali saya dicium di bibir. Perasaan hangat dan getaran
menyelimuti seluruh tubuhku. Saya membalas ciuman Alex dan kita berciuman
saling berangkulan. Saya melirik ke Vera dan saya melihat Vera sedang mengganti
baju seragamnya ke daster. Alex mulai meremas-remas payudaraku yang berukuran
34C.
Saya membuka BH-ku sehingga Alex dengan mudah
dapat meremas seluruh payudara. Tangan kirinya diselipkan kedalam celana
dalamku lalu vaginaku yang tidak ditutupi sehelai rambut mulai ia usap dengan
perlahan. Saya menggelinjang merasakan jari jemari Alex di selangkanganku. Alex
lalu mengangkat tubuhku dan dibaringkan ke tempat tidur.
Alex membuka baju seragam SMA-nya sampai ia
telanjang bulat di hadapanku. Mulut saya terbuka lebar melihat kontol Alex yang
besar. Selama ini saya membayangkan kontol Alex dan sekarang saya melihat
dengan mata kapala sendiri kontol Alex yang berdiri tegak di depan mukaku. Alex
menyodorkan kontolnya ke muka saya. Saya langsung menyambutnya dan mulai
mengulum kontolnya. Rasanya tidak mungkin muat seluruh kontolnya dalam mulutku
tetapi saya mencoba sebisaku menghisap seluruh batang kontol itu.
Saya merasakan tangan Alex kembali memainkan
vaginaku. Gairah saya mulai memuncak dan hisapanku semakin kencang. Saya
melirik Alex dan kulihat ia memejamkan matanya menikmati kontolnya dihisap.
Saya melirik ke Vera dan Vera ternyata tidak mengenakan baju sama sekali dan ia
sudah duduk di tempat tidur. Alex lalu membalikkan tubuhku sehingga saya dalam
posisi menungging.
Saya agak bingung karena melihat Vera
bersimpuh dibelakang saya. Ah ternyata Vera kembali menjilat vagina saya. Nafas
saya memburu dengan keras menikmati jilatan Vera di kemaluan saya. Di sebelah
kanan saya ada sebuah kaca besar dipaku ke dinding. Saya melirik ke arah kaca
itu dan saya melihat si Alex yang sedang menyetubuhi Vera dalam posisi doggy
style sedangkan Vera sendiri dalam keadaan disetubuhi sedang menikmati
vaginaku.
Wah ini pertama kali saya melihat ini. Saya
melihat wajah Alex yang ganteng sedang sibuk ngentot dengan Vera. Gairah wajah
Alex membuat saya semakin horny. Sekali-kali lidah Vera menjilat anus saya dan
kepalanya terbentur-bentur ke pantat saya karena tekanan dari tubuh Alex ke
tubuh Vera. Tidak berapa lama, Alex menjerit dengan keras sedangkan Vera
tubuhnya mengejang. Saya melihat kontol Alex dikeluarkan dari vagina Vera. Air
maninya tumpah ke pinggir tempat tidur.
Alex terlihat terengah-engah tetapi matanya
langsung tertuju ke vagina saya. Bagaikan sapi yang akan dipotong, Alex dengan
mata liar mendorong Vera ke samping lalu ia menghampiri diriku. Alex
mengarahkan kontolnya yang masih berdiri ke vaginaku. Saya sudah sering
mendengar pertama kali seks akan sakit dan saya mulai merasakannya. Saya
memejamkan mata dengan erat merasakan kontol Alex masuk ke vaginaku. Saya
menjerit menahan perih saat kontol Alex yang besar mencoba memasuki vaginaku
yang masih sempit. Vera meremas lenganku untuk membantu menahan sakit.
"Aduh, tunggu dong, sakit nih" keluh
saya.
Alex mengeluarkan sebentar kontolnya kemudian
kembali ia masukkan ke vaginaku. Kali ini rasa sakitnya perlahan-lahan
menghilang dan mulai berganti kerasa nikmat. Oh ini yang namanya kenikmatan
surgawi pikir saya dalam hati. Kontol Alex terasa seperti memenuhi seluruh
vaginaku. Dalam posisi nungging, saya merasakan energi Alex yang sangat besar.
Saya mencoba mengimbangi gerakan tubuh Alex sambil menggerakkan tubuhku maju
mundur tetapi Alex menampar pantatku.
"Kamu diam aja, enggak usah
bergerak" katanya dengan galak.
"Jangan galak-galak dong, takut nih
Vita" kata Vera sambil tertawa. Saya ikut tertawa.
Vera berbaring di sebelahku kemudian ia
mendekatkan wajahnya ke diriku lalu ia mencium bibirku! Wah, bertubi-tubi
perasaan menyerang diriku. Saya benar-benar merasakan semua perasaan seks
dengan pria dan wanita dalam satu hari. Awalnya saya membiarkan Vera menjilat
bibirku tetapi lama kelamaan saya mulai membuka mulutku dan lidah kami saling
beradu.
Saya merasakan tangan Alex yang kekar
meremas-remas payudaraku sedangkan tangan Vera membelai rambutku. Saya tak
ingin ketinggalan, saya mulai ikut meremas payudara Vera yang saya taksir
berukuran 32C. Kurang lebih lima menit kita bertiga saling memberi kenikmatan duniawi
sampai Alex mencapai puncak dan ia ejakulasi. Saya sendiri merasa rasanya sudah
orgasme kurang lebih 4 kali. Alex mengeluarkan kontolnya dari vaginaku dan Vera
langsung menghisap kontolnya dan menelan semua air mani dari kontol Alex.
Saya melihat Alex meraih kantong celananya dan
mengambil sesuatu seperti obat. Ia menelan obat itu dengan segelas air di meja
rias Vera. Saya melihat kontol Alex yang masih berdiri tegak. Dalam hati saya
bertanya-tanya bukankah setiap kali pria ejakulasi pasti kontolnya akan lemas?
Kenapa Alex tidak lemas-lemas? Belakangan saya tau ternyata Alex memakan
semacam obat yang dapat membuat kontolnya terus tegang.
Setelah minum obat, Alex menyuruh Vera
berbaring ditepi tempat tidur lalu Alex kembali ngentot dengan Vera dalam
posisi missionary. Vera memanggil saya lalu saya diminta berbaring diatas tubuh
Vera. Dengan terheran-heran saya ikuti kemauan Vera.
Saya menindih tubuh Vera tetapi karena kaki
Vera sedang ngangkang karena dalam posisi ngentot, terpaksa kaki saya bersimpuh
disebelah kiri dan kanan Vera. Saya langsung mencium Vera dan Vera melingkarkan
lengannya ke tubuhku dan kami berdua berciuman dengan mesra. Saya merasakan
tangan Alex menggerayangi seluruh pantatku. Ia membuka belahan pantatku dan
saya merasakan jarinya memainkan anusku.
Saya menggumam saat jarinya mencoba disodok ke
anusku tetapi Alex tidak melanjutkan. Beberapa menit kemudian, Vera menjerit
dengan keras. Tubuhnya mengejang saat air mani Alex kembali tumpah dalam
vaginanya. Saya mencoba turun dari pelukan Vera tetapi Vera memeluk tubuhku
dengan keras sehingga saya tidak bisa bergerak. Tak disangka, Alex kembali
menyodorkan kontolnya ke vaginaku. Saya yang dalam posisi nungging di atas
tubuh Vera tidak bisa menolak menerima kontol Alex.
Alex kembali memompakan kontolnya dalam
vaginaku. Saya sebenarnya rasanya sudah lemas dan akhirnya saya pasrah saja
disetubuhi Alex dengan liar. Tetapi dalam hatiku saya senang sekali dientotin.
Berkali-kali kontol Alex keluar masuk dalam vaginaku sedangkan Vera terus
menerus mencium bibirku. Kali ini saya rasa tidak sampai 3 menit Alex ngentot
dengan saya karena saya merasakan cairan hangat dari kontol Alex memenuhi
vaginaku dan Alex berseru dengan keras merasakan kenikmatan yang ia peroleh.
Saya sendiri melenguh dengan keras. Seluruh otot vaginaku rasanya seperti
mengejang. Saya cengkeram tubuh Vera dengan keras menikmati sensual dalam
diriku.
Alex lalu dalam keadaan lunglai membaringkan
dirinya ke tempat tidur. Vera menyambutnya sambil mencium bibirnya. Mereka berdua
saling berciuman. Saya berbaring disebelah kiri Alex sedangkan Vera disebelah
kanannya. Kita bertiga tertidur sampai jam 5 sore. Setelah itu saya diantar
pulang oleh Vera.
****
Itu adalah pengalaman seksku yang sangat
berkesan. Bertahun-tahun kemudian saya sering horny tetapi saya harus memendam
perasaan itu karena belum tahu cara melampiaskannya. Dan sekarang saya merasa
senang sekali karena akhirnya bisa merasakan kenikmatan bersetubuh baik dengan
pria maupun wanita. Masing-masing ternyata mempunyai kenikmatan tersendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar