
Akhirnya dengan suatu gerakan dan tekanan yang
cepat, Tarzan mendorong pantatnya ke depan dengan kuat, sehingga batang
kemaluannya yang telah terjepit diantara bibir kemaluanku yang memang telah
basah kuyup dan licin itu, akhirnya terdorong masuk dengan kuat dan terbenam ke
dalam kemaluanku, diikuti dengan jeritan panjang kepedihan yang keluar dari
mulutku. "Aaduuhh!" sempat terlintas di dalam otakku, "Ooohh
gila.. betapa besarnya!" kepalaku tertengadah ke atas dengan mata yang melotot
serta mulut yang terbuka megap-megap kehabisan udara serta kedua tanganku
mencengkeram dengan kuat pada kasur. Akan tetapi Tarzan, tanpa memberikan
kesempatan padaku untuk berpikir dan menyadari keadaan yang sedang terjadi,
dengan cepat mulai memompa batang kemaluannya dengan gerakan-gerakan yang buas,
tanpa mengenal kasihan pada nyonyanya yang baru pertama kali ini menerima
batang kemaluan yang sedemikian besarnya dalam kemaluannya.
Batang kemaluannya dengan cepat keluar masuk
mengaduk-aduk lubang kemaluanku tanpa mempedulikan betapa besar batang
kemaluannya dibandingkan dengan daya tampung kemaluanku, setiap gerakan masuk
batang kemaluannya, terasa keseluruhan bibir kemaluan dan klitorisku tertekan
masuk ke dalam, di mana klitorisku terjepit dan tergesek dengan batang batang
kemaluannya, sehingga menimbulkan perasaan geli dan nikmat yang tak terlukiskan
yang belum pernah kualami selama ini dan pada waktu batang kemaluannya ditarik
keluar, terasa seluruh bagian dalam kemaluanku seakan-akan tertarik keluar
menempel dan mengikuti batang kemaluannya, sehingga badanku bergerak terdorong
ke belakang, dimana sebelum aku sempat menyadarinya batang kemaluannya telah
mendorong maju lagi dan menerobos masuk dengan cepat ke dalam lubang
senggamaku, menimbulkan sensasi yang sukar dilukiskan dengan kata-kata, aku
benar-benar terbuai dan karena posisiku yang sedang bertumpu pada kasur tempat
tidur, maka kedua buah dadaku yang tergantung bergerak-gerak terayun-ayun ke
depan ke belakang mengikuti dorongan dan tarikan batang kemaluan Tarzan pada
kemaluanku.
"Ooohh.. ini tak mungkin terjadi!"
pikirku setengah sadar. "Aku sedang disetubuhi oleh seekor anjing?
gila!" sementara persetubuhan liar itu terus berlangsung, desiran darahku
terasa mengalir semakin cepat, pikiran warasku perlahan-lahan menghilang kalah
oleh kenikmatan yang sedang melanda tubuhku, perasaanku seakan-akan terasa
melayang-layang di awan-awan dan dari bagian bawah badanku terasa mengalir
suatu perasaan mengelitik yang menjalar ke seluruh bagian badanku, membuat
perasaan nikmat yang terasa sangat fantastis, membuat mataku terbeliak dan
terputar-putar akibat pengaruh batang kemaluan Tarzan yang dahsyat
mengaduk-aduk seluruh yang sensitif pada bagian dalam kemaluanku tanpa ada yang
tersisa, keseluruhan bagian yang bisa menimbulkan kenikmatan dari dinding dalam
kemaluanku tak lolos dari sentuhan, tekanan, gesekan dan sodokan kepala dan
batang kemaluan Tarzan yang benar-benar besar itu, rasanya paling kurang dua
kali besarnya dari batang kemaluannya Mas Ferry dan cara gerakan bagian
belakang anjing herder tersebut bergerak memompakan batang kemaluannya keluar
masuk ke dalam kemaluanku, benar-benar sangat cepat, membuatku tak sempat
mengambil nafas ataupun menyadari apa yang terjadi, hanya rasa geli-geli nikmat
yang menyelubungi seluruh perasaanku, membuat secara perlahan-lahan aku tidak
dapat mengendalikan diriku lagi.
Aku mulai menyadari akan hebatnya kenikmatan
yang sedang menyelubungi seluruh sudut-sudut yang paling dalam di relung
tubuhku akibat sodokan-sodokan batang kemaluan seekor anjing dalam kemaluanku
dan membuatku sangat terkejut, "Aaahh.. tidak! setan sedang mencoba
kesetiaanku saat ini! Ini sesuatu hal yang sangat tidak wajar! ini benar-benar
salah! tapi ohh salah? Aahh.. sshh aku seharusnya tidak menyerah pada
cengkeraman tangan-tangan setan!" tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang
besar, benar-benar besar sedang mulai memaksa masuk ke dalam kemaluanku,
memaksa bibir kemaluanku membuka sebesar-besarnya, rasanya sampai sebatas
kemampuan yang bisa ditolerir.
Aku menoleh ke arah cermin untuk melihat apa
yang sedang memaksa masuk ke dalam kemaluanku itu dan.., "Aaaduuhh..
gila.. ini benar-benar gila!" keluhku, terlihat bagian pangkal batang
kemaluan Tarzan sepanjang kurang lebih 5 cm membengkak, membentuk seperti bola
dan bagian tersebut sedang mulai dipaksakan masuk, menekan bibir-bibir kemaluan
dan secara perlahan-lahan menerobos masuk ke dalam lubang kemaluanku.
"'Ooohh.. aampun.. jangan Tarzan.. aku akan mati kalau engkau memaksakan
benda itu masuk ke dalamku!" keluhku memelas tak berdaya seakan-akan
Tarzan akan mengerti, akan tetapi sia-sia saja, dengan mata melotot aku melihat
benda tersebut mulai menghilang ke dalam kemaluanku dan terasa seperti bagian
bawahku akan terbelah dua, kepalaku tertengadah ke atas dan mataku terbalik ke
belakang sehingga bagian putihnya saja yang kelihatan, dan sekujur badanku
mengejang, bongkahan tersebut terus menerobos masuk ke dalam lubang sorgaku,
sampai akhirnya seluruh lubang kenikmatanku dipenuhi oleh kepala, batang kemaluan
dan bongkahan pada pangkal batang kemaluan anjing tersebut. Oh.. benar-benar
terasa sesak dan penuh lubang kemaluanku oleh seluruh batang kemaluan Tarzan.
Dalam keadaan itu Tarzan terus melanjutkan
menekan-nekan pantatnya dengan cepat, membuat badanku ikut bergerak-gerak
karena batang kemaluannya telah terganjal di dalam lubang kemaluanku akibat
bongkahan pada pangkal batang kemaluannya. Pantat anjing tersebut terus
bergerak-gerak dengan liarnya, sambil mulutnya dengan lidahnya yang terjulur
keluar sehingga air liurnya menetes ke pundakku yang ditutupi handuk,
terengah-engah, mendengus-dengus dan menggeram-geram dengan keras, hal ini
mengakibatkan batang kemaluannya dan bongkahan tersebut mengesek-gesek pada
dinding-dinding kemaluanku yang sudah sangat kencang dan sensitif, yang
menimbulkan perasaan geli dan nikmat sehingga kepalaku tergeleng-geleng ke kiri
dan ke kanan dengan tak terkendali dan dengan tak sadar pantatku kutekan ke
belakang merespon perasaan nikmat yang diberikan oleh Tarzan, yang tak pernah
kualami selama ini.
"Ooohh.. tidak.." pikirku, "Aku
tak pantas mengalami ini.. aku bukan seorang maniak seks! Aku selama ini tidak
pernah beselingkuh dengan siapa pun.. ta.taapii.. sekarang.. oohh seekor
anjing? aduuhh! Tapii.. oohh.. enaaknya.. aghh.. akuu.. tak dapat menahan ini..
agghh.. betapa.. nikmaatnya!" Akhirnya aku tidak dapat mengendalikan
diriku, rasa bersalahku kalah oleh kenikmatan yang sedang melanda seluruh
tubuhku dari perasaan nikmat yang diberikan Tarzan padaku, dengan tak sadar
lagi aku mengguman, "Ooohh.. enaakk.. aaggh! teruuss.. puasin aku..
Tarzan!" aku benar-benar sekarang telah menjadi seekor anjing betina,
betinanya Tarzan tapi aku tidak mempedulikan lagi, pokoknya pada saat ini aku
benar-benar telah ditaklukkan oleh Tarzan. Pada saat ini yang kuinginkan adalah
disetubuhi oleh Tarzan, biarlah aku jadi bahan permainan Tarzan, aku tidak
peduli lagi, benar-benar suatu kenikmatan yang liar sedang merasukku.
Agghh.. biarlah aku disebut apa saja, aku
tidak peduli lagi, aku adalah seorang perempuan jalang, seorang perempuan
jalang yang keenakan diperkosa dan disetubuhi oleh seekor anjing herder besar,
herder dengan alat kejantanannya yang dahsyat, panjang, keras dan besar. Aku
memandang ke bawah antara kedua kakiku yang terpentang dan terlihat bibir
kemaluanku yang terpentang lebar dengan batang kemaluan yang besar dari herder
tersebut terbenam di sela-sela rambut hitam keriting kemaluanku. Melihat
pemandangan itu, tiba-tiba suatu perasaan kenikmatan yang dahsyat melandaku,
yang membuat badanku bergetar dengan hebat dan aku mengalami orgasmeku yang
pertama yang benar-benar dahsyat, suatu kenikmatan yang tak pernah kualami
selama ini.
"Ooohh.. yaa Ooohh.. puasin aku Tarzan!
Ooohh.. setubuhi aku dengan batang kemaluanmu yang besar! agghh!" terasa
cairan hangat terus keluar dari dalam tubuhku, membasahi rongga-rongga di dalam
lubang kemaluanku. "Aaagghh.. oohh.. benar-benar nikmat!" keluhku,
terasa badanku melayang-layang, suatu kenikmatan yang tak terlukiskan.
"Aaagghh!" gerakanku yang liar pada saat mengalami orgasme itu
agaknya membuat Tarzan merasa nikmat juga, disebabkan otot-otot kemaluanku
berdenyut-denyut dengan kuat menjepit batang kemaluannya, mungkin pikirnya ini
adalah betina terhebat yang pernah dinikmatinya, hangat.. sempit dan sangat
liar, batang kemaluan Tarzan yang besar itu mulai membengkak, sementara
gerakan-gerakan tekanannya makin cepat saja, kelihatan Tarzan sedang akan
mengalami orgasme, gerakan-gerakan yang liar dari Tarzan ini menimbulkan
perasaan ngilu dan nikmat pada bagian dalam kemaluanku, membuatku kehilangan
kontrol dan menimbulkan perasaan gila dalam diriku, pantatku kugerak-gerakkan
ke kiri dan ke kanan dengan liar mengimbangi gerakan sodokan Tarzan yang makin
cepat saja.
"Ooohh.. aaduuh.. aaghh!" lenguhan
panjang keluar dari mulutku mengimbangi orgasme kedua yang melandaku. Badanku
meliuk-liuk dan bergetar dengan hebat, kepalaku tertengadah ke atas dengan
mulut yang terbuka dan kedua tanganku mencengkeram kasur dengan kuat sedangkan
kedua otot-otot paha mengejang dengan hebat dan kedua mataku terbeliak dengan
bagian putihnya yang kelihatan sementara otot-otot dalam kemaluanku terus
berdenyut-denyut dan hal ini juga menimbulkan perasaan nikmat pada Tarzan yang
mengakibatkan dia juga mengalami orgasme dan terasa cairan hangat dan kental
yang keluar dari batang kejantanannya, rasanya lebih hangat dan lebih kental
dari punya Mas Ferry.
Oh, air mani Tarzan serasa dipompakan, tak
henti-hentinya ke dalam kemaluanku, rasanya langsung ke dalam kandunganku.
Dalam menikmati orgasmeku, aku dapat merasakan semburan-semburan cairan kental
hangat yang kuat, tak putus-putusnya dari air maninya Tarzan dan hal ini makin
memberikan perasaan nikmat yang hebat. Tarzan terus memompakan benihnya ke
dalam kandunganku terus menerus hampir selama 1 menit, mengosongkan air maninya
yang tersimpan cukup lama, karena selama ini dia tidak pernah bersetubuh dengan
anjing betina.
Menjelang sesaat akhirnya aku menjadi agak
tenang dan tiba-tiba aku kembali menyadari sedang berada dimana dan apa yang
sedang terjadi padaku dengan anjing herderku, aku mencoba bergerak keluar dari
bawah badan Tarzan, sambil menyuruh Tarzan mencabut batang kemaluannya yang
masih terbenam dalam kemaluanku, akan tetapi aku benar-benar shock ketika
merasakan Tarzan melepaskan kedua kaki depannya dari punggungku dan memutar
badannya membelakangiku, sehingga sekarang bagian pantat kami bertolak
belakang, akan tetapi batang kemaluannya yang besar dan panjang itu tetap
terbenam dan terkunci dengan rapat di dalam lubang kemaluanku. Rupanya bagian
pangkal dari batang kemaluannya yang membesar itu terganjel pada bagian dalam
bibir kemaluanku, sehingga batang kemaluannya tidak dapat lepas dari dalam
kemaluanku. Aku mengeluh, "Ooohh.. gila.. apa yang sedang terjadi ini?!
punyanya terganjel di dalamku.. Aaagghh.. ini benar-benar hukuman buatku,
karena membiarkan seekor anjing menyetubuhiku!"
Tiba-tiba Tarzan berjalan maju sehingga aku
terseret ke belakang mengikutinya dan sekarang aku merangkak di atas karpet,
sehingga aku sekarang benar-benar seperti seekor anjing betina yang sedang
disetubuhi oleh jantannya dan harus berjalan mundur mengikuti ke mana akan
dibawa oleh jantannya. Aku mencoba bertahan akan tetapi kemaluanku terasa
ngilu. Untung Tarzan berhenti berjalan dan aku dapat mengistirahatkan kepalaku
dengan menundukkan dan meletakkan kepalaku pada karpet dengan perasaan tak
menentu, sedangkan pantatku tetap tertungging ke atas karena tertarik oleh
batang kemaluannya Tarzan yang masih terbenam dengan ketat dalam lubang
kemaluanku.
Sambil merenung, aku mempertimbangkan akibat
dari kecerobohanku itu yang telah membiarkan seekor anjing mengerjaiku dan
akibatnya ini sekarang aku tertelungkup di lantai setengah merangkak dengan
kedua tangan dan lututku, di mana kemaluanku dipenuhi dengan batang kemaluan
seekor anjing. "Aaagghh.. bagaimana kalau Mas Ferry melihat keadaanku ini?
Melihat istri tercintanya menghianatinya dan beselingkuh dengan.. yaahh.. dengan
seekor anjing, tidak lebih dari itu!, sedang merangkak dengan kedua tangan dan
lututnya dan batang kemaluan yang besar.. yang dua kali lebih besar dari
punyanya sedang terbenam di dalam kemaluan yang sempit.. oohh.. aaggh"
memikirkan hal itu membuatku, entah bagaimana mendadak membuat badanku serasa
panas dan darahku serasa mengalir dengan cepat disertai nafsu birahiku yang
mendadak meningkat dan akhirnya badanku mulai bergetar dan aku mengalami
orgasme lagi.
"Ooohh.. aduuhh!" kemaluanku
benar-benar sudah sangat sensitif, terasa agak ngilu sehingga setiap gerakan
yang dibuat oleh Tarzan mengakibatkan badanku tergetar dan pantatku
terangkat-angkat. Kadang-kadang Tarzan berjalan maju dan dengan terpaksa aku
harus merangkak mundur mengikutinya, benar-benar seperti sepasang anjing jantan
dan betina yang lagi bersetubuh. Keadaan ini berlangsung kurang lebih setengah
jam dan tiba-tiba terasa bagian yang membengkak pada pangkal batang kemaluannya
mulai mengecil dan.., "Bleepp.." diikuti dengan tercabutnya batang
kemaluan Tarzan dari dalam kemaluanku. Tarzan berjalan ke sudut ruangan sambil
menjilat-jilat batang kemaluannya yang berlepotan air maninya dan aku
tertelungkup lemas di atas karpet sementara dari kemaluanku mengalir keluar air
mani Tarzan yang sangat banyak memenuhi lubang kemaluanku. Dalam posisi ini aku
tertidur dengan nyenyaknya.
Keesokan harinya aku terbangun dengan tubuh
yang masih terasa lemas dan terasa tulang-tulangku seakan-akan lepas dari
sendi-sendinya, akan tetapi perasaanku terasa sangat lega. Setelah mandi dan
membersikan seluruh tubuhku, terutama bagian bawahku yang berlepotan air mani
yang telah mengering, aku merasa perut keroncongan dan sangat lapar, rupanya
kejadian semalam benar-benar menguras seluruh tenagaku. Aku mengambil makanan
yang tersedia di dalam lemari es dan setelah membagikan sebagian dengan Tarzan,
kami berdua menikmati makan yang ada dengan lahap. Rupanya Tarzan sudah sangat
lapar juga setelah semalam menghabiskan seluruh persediaan air maninya yang
ada.
Pada saat sedang makan itu akan mencoba
memikirkan apa yang telah terjadi semalam dan bagaimana cara Tarzan yang dengan
cepat bisa menguasai dan mengerjaiku, seakan-akan dia sudah benar-benar
terlatih untuk itu dan tiba-tiba kusadari, sepertinya dia sudah sering
melakukan ini sebelumnya, tak salah lagi rupanya dia sudah berpengalaman dan
sering melakukannya dengan nyonya Italy-nya dulu, itu sebabnya dia menyerang
dan menyetubuhiku, karena sudah cukup lama puasa sejak nyonya Italy-nya pergi
lebih sebulan lalu. Apakah ini merupakan malapetaka bagiku atau apa?, bingung
aku memikirkannya.
Menjelang sore hari Mas Ferry tiba di rumah
dan sambil menciumku, Mas Ferry bertanya padaku, "Halo sayang.. tentu kau
sudah sangat rindu padaku yahh! Ntar lagi aku akan puasin kamu sayang!"
aku hanya tersenyum tersipu-sipu saja sambil melirik ke arah Tarzan yang sedang
memandang kami berdua dengan matanya yang bulat coklat itu.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar