![amoy [Portal Seks]](http://www.indobugils.com/wp-content/uploads/2011/06/pelajar-amoy-toket-gede-3.jpg)
Aku adalah seorang ibu rumah tangga berusia
kurang lebih 30 tahun. Pernikahan kami telah berjalan kurang lebih 7 tahun dan
mempunyai seorang anak yang sudah sekolah di playgroup. Suamiku adalah seorang
pekerja di perusahaan swasta, karena kesibukan pekerjaannya dia biasa pergi
pagi dan pulang malam. Walau begitu hubungan kami berjalan dengan baik.
Kami biasa terbuka dalam berbagai hal,
termasuk masalah sex. Sayangnya karena pekerjaannya, staminanya di ranjang
kurang bisa memuaskan keinginanku. Aku inginnya berhubungan sex tiap hari,
sementara suamiku paling sanggup tiga hari sekali. Itupun setelah ejakulasi,
dia tidak sanggup untuk menambah ronde. Satu hal yang dia suka bilang adalah
keinginannya untuk melihatku berhubungan sex dengan laki-laki lain. Dan bahkan
dia bilang kalau dia enggak perlu melihat langsung, asal setiap aku sudah
berhubungan sex dengan laki-laki lain aku harus menceritakan detailnya dan
dilakukan dengan sepengetahuan suamiku. Syarat lainnya adalah, bahwa aku
menyukai laki-laki tsb, ganteng dan yang penting aku bisa menikmati hubungan
sex-ku dengan laki-laki tersebut.
Perlu aku ceritakan, bahwa sebelum menikah
dengan suamiku sekarang ini, aku hanya pernah mempunyai pacar sekali. Itupun
kami hanya sebatas berpacaran, jangankan berhubungan sex, bahkan berciuman pun
belum pernah. Meskipun pernah pacarku dulu itu memintaku untuk menciumku namun
dengan halus aku menolaknya. Jadi bagiku suamiku adalah laki-laki pertama yang
berhubungan sex denganku. Awalnya keinginan suamiku ini cuma sekedar
'pillow-talk' atau fantasi ketika kami melakukan pemanasan sebelum melakukan
hubungan sex dengan suamiku. Sampai pada suatu hari.
Awalnya suatu pagi, seperti biasa setelah suamiku
pergi ke kantor sekaligus mengantarku anakku pergi ke playgroup, aku pergi
mandi. Karena biasanya pagi hari sebelum suami dan anakku pergi, aku
menyelesaikan pekerjaan rutin rumah tangga dan menyiapkan sarapan. Ketika baru
saja aku selesai mandi, dan masih mengenakan kimono handuk, tiba-tiba bel
berbunyi. Dalam keadaan tubuh telanjang dan hanya ditutupi kimono, aku pergi
untuk membuka pintu. Betapa kagetnya aku, ketika ternyata yang datang adalah
Pram, mantan pacarku dulu.
Dalam keadaan gugup, bercampur senang aku
tidak mampu berkata kecuali mempersilakan dia masuk dan lalu mengunci pintu.
Aku bahkan lupa kalau aku cuma pake kimono. Tampangnya masih seperti dulu,
kecuali bahwa kini dia tampak sedikit lebih gemuk dan lebih dewasa. Meski aku
akui bahwa aku sangat menyayangi suamiku, kadang-kadang aku masih suka
merindukan mantan pacarku ini. Dalam keadaan masih gugup, tiba-tiba Pram
menggenggam tanganku dan bertanya tentang kabarku, aku hanya bisa menjawab
lirih. Namun aku tidak bisa menyembunyikan binar mataku, melepas rinduku
padanya. Tiba-tiba dia mendaratkan ciumannya ke pipiku dengan lembut, dia
bilang dia sangat merindukanku. Sambil kemudian tangannya memelukku, dia bilang
kalau dia tunggu dari pagi diatas mobilnya, dan begitu tahu kalau suamiku sudah
pergi dia lalu pergi memencet bel rumahku.
Dalam pelukannya yang makin erat dia bilang,
aku ingin menciummu. Sesuatu yang dari dulu ingin dia lakukan namun belum
terlaksana. Dalam keadaan seperti itu aku hanya bisa memejamkan mataku dan
bersiap menerima ciumannya. Lalu kurasakan bibir Pram dengan kumis tipisnya
mulai menyentuh bibirku, dan aku lalu menyambut ciumannya dengan membuka
mulutku. Masih dalam keadaan mata terpejam lidah Pram mulai menjelajahi mulutku
dan aku membalasnya dengan penuh gairah kerinduan. Lalu perlahan kurasakan
tangannya yang tadi mendekapku mulai mengelus bagian pantatku dari luar kimono.
Awalnya cuma remasan ringan namun kemudian dia
mulai meremas dengan penuh berahi. Mendapat perlakuan demikian, nafasku makin
tersengal dan ciumanku makin hot. Lalu tangan Pram mulai menelusup ke balik
kimonoku dan meremas pantatku dengan mesranya. Aku makin terhanyut, dan sangat
menikmati permainannya ketika akhirnya bibirnya mulai menjelajahi leherku lalu
kemudian turun ke arah payudaraku. Perlahan tangan Pram mulai membuka kimonoku
sampai akhirnya kimonoku terjatuh di lantai dan aku kini telanjang bulat. Ya,
baru pertama kalinya kini tubuh telanjangku disaksikan oleh laki-laki lain
selain suamiku. Namun birahiku sudah makin meninggi, sehingga tanganku pun
mulai membuka kemeja Pram dan kuusap dadanya dan kadang kuelus puting Pram.
Bibir Pram kini mulai mengisap payudaraku bergantian dan jari tangannya mulai
memainkan vaginaku.
Aku kini sudah benar-benar enggak tahan dan
meminta dia untuk memasukkan penisnya ke vaginaku yang kini sudah sangat basah.
Lalu dia menggendong tubuh telanjangku ke kamar tidur, dimana aku biasa tidur
dengan suamiku. Setelah meletakanku di ranjang Pram lalu membuka celananya
sehingga kini dia pun telanjang. Aku agak sedikit kaget, ternya ukuran penis
Pram lebih besar dari ukuran suamiku. Meskipun badannya lebih kecil dari
suamiku. Pram lalu menghampiriku mencium bibirku lagi dan perlahan mencium
seluruh badanku sampai akhirnya bibirnya mulai menyentuh vaginaku.
Betapa lembutnya, lidahnya mulai menjilati
klitorisku dan terkadang dimasukannya ke lubang vaginaku. Vaginaku makin basah,
tanganku pun mulai meraih penisnya, yang ternyata benar benar lebih besar dari
milik suamiku. Sampai aku tidak tahan lagi dan memohon Pram untuk segera
memasukkan penisnya ke vaginaku. Setelah membasahi kepala penisnya, Pram mulai
mengarahkan penisnya ke arah vaginaku yang kini benar benar menginginkan untuk
dimasuki penisnya yang besar itu. Agak susah awalnya, namun secara perlahan dan
lembut penisnya kini masuk seluruhnya di vaginaku. Tak dapat kugambarkan betapa
kini aku sangat terhanyut, vaginaku terasa penuh oleh penisnya dan gairah yang
didorong kerinduanku. Sehingga tak lama aku merasakan orgasmeku makin dekat dan
aku meminta Pram untuk menggerakkan penisnya dengan cepat. Sampai kemudian aku
benar benar mencapai puncak dan memeluknya dengan erat. Melepaskan segala rindu
dan hasrat.
Setelah orgasmeku mulai menurun Pram masih
memelukku dengan erat, lalu mulai menggerakkan penisnya lagi dengan perlahan.
Kira-kira lima belas menit berlalu namun ternyata Pram masih belum ejakulasi.
Padahal biasanya suamiku paling tahan sekitar lima menitan. Lalu kemudian Pram
membalikkan badanku, sehingga kini aku yang di atas dan dia di bawah. Aku lalu
mengambil inisiatif dengan setengah berjongkok dan menggerakkan pantatku
merasakan penisnya keluar masuk di vaginaku. Aku hampir mencapai orgasmeku yang
kedua ketika tiba-tiba Pram bilang kalau dia hampir ejakulasi, dia lalu tanya
apakah dia harus ejakulasi di luar, aku bilang di dalam saja karena toh aku
sudah pasang KB. Lalu kemudian dia benar benar berejakulasi. Kurasakan
spermanya menyemprot dengan keras. Sampai 5 kali dia menyemprotkan spermanya
yang hangat di vaginaku lalu akhirnya diapun terkulai lemas. Aku hanya bisa
memeluknya, merasakan kehangatan spermanya dan menikmati sisa sisa kekerasan
penisnya yang mulai mengecil di vaginaku.
Tiba tiba aku dengar pintu garasi terbuka.
Lalu cepat kusambar kimonoku. Aku pikir pasti suamiku yang datang, karena
biasanya dia masuk melalui pintu garasi. Ternyata benar, suamiku yang datang.
Dalam keadaan rambut acak-acakan dan sperma Pram yang menetes sampai ke pahaku,
aku tanya kenapa dia pulang. Rupanya dia ketinggalan agenda kerjanya dan
bermaksud mengambil kedalam. Tapi aku larang, dia bilang kenapa, lalu aku
ceritakan singkat kalau di dalam ada Pram. Terus dia tanya kenapa rambutku
acak-acakan, dipikirnya aku belum mandi.
Tadinya aku takut untuk berterus terang sampai
kemudian dia bilang apakah aku baru making love sama Pram. Aku jawab ya,
ternyata mendengar itu, suamiku jadi sangat terangsang. Lalu dia bilang boleh
dia lihat. Lalu kubuka kimonoku, tampak vaginaku yang memerah dan sperma Pram
yang masih menetes dari vaginaku. Lalu tanpa banyak bicara suamiku jongkok di
hadapanku yang masih berdiri dan mulai menjilati cairan sperma yang menetes di
pahaku, lalu jilatannya mulai beralih ke vaginaku dan menjilati sperma Pram
sampai bersih. Setelah itu dia memintaku menungging, lalu suamiku menurunkan
celananya sampai di mata kaki dan mulai memasukkan penisnya ke vaginaku yang
masih dipenuhi sisa sperma Pram.
Vaginaku kini terasa longgar, karena baru
dimasuki penis yang lebih besar dan masih penuh sisa sperma, namun tampaknya
suamiku sudah sangat bernafsu, mungkin karena fantasinya kini jadi nyata.
Sehingga tak lama dia pun langsung berejakulasi, menyebabkan vaginaku kini
terisi oleh sperma dari dua laki-laki yang berbeda. Lalu dia kembali
mengancingkan celananya, dan bilang untuk ambilkan agendanya. Lalu dia bilang kalau
dia lagi buru-buru karena mau ada rapat di kantornya. Setelah suamiku pergi,
aku pergi ke kamar mandi dan membersihkan vaginaku. Ketika aku kembali ke
kamar, Pram bertanya siapa yang datang, lalu kujawab tadi orang yang minta
iuran bulanan RT. Lalu aku hampiri Pram, lalu kukulum penisnya yang masih
kecil. Perlahan penisnya mulai menegang kembali dan kamipun kembali making love
sampai aku mengalami dua kali orgasme dan dia menumpahkan kembali spermanya di
vaginaku.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar