
Mpok Anah menuntunku ke kamarnya. Tempat
tidurnya hanya berupa kasur yang diletakkan di atas karpet vinyl, tanpa tempat
tidur. Lalu mpok Anah mengajakku duduk di kasur. Kami masih berpegangan tangan.
Mpok Anah melumat bibirku, dan kami berpagutan kembali. Lalu mpok Anah
menghentikan ciuman kami. Dia menatapku dengan tajam, lalu bertanya.
"Wan, kamu bener-bener pengen ngeliat
memek mpok?"
Aku mengangguk, karena pertanyaan ini
membuatku tidak bisa menjawab. Semakin mabok rasanya. Mpok Anah kemudian
melepaskan rok dan bra yang dipakainya dan sekarang tinggal CDnya saja yang
masih tersisa. Kembali aku menelan ludah. Dan pandanganku terpaku pada gundukan
di balik celana dalam mpok Anah. Betapa montoknya gundukan memek mpok Anah.
Lalu mpok Anah berbaring telentang, kemudian
dengan gerakan perlahan, mpok Anah mulai menurunkan CD sehingga terlepaslah
sudah. Aku yang masih duduk agak jauh dari posisi memek mpok Anah cuma bisa
menahan gairah yang menggelegak di dalam jantung dan hatiku.
Benar saja, memek mpok Anah sangat tebal,
dagingnya terlihat begitu menggairahkan. Dengan bulu yang lebat, semakin
membuatku tidak karuan rasanya.
"Katanya pengen ngeliat, sini dong
liatnya dari deket Wan," kata mpok Anah.
"I iya pok," sahutku terbata sambil
mendekatkan wajahku ke selangkangan mpok Anah. Dia melebarkan kedua pahanya
sehingga membuka jalan bagiku untuk lebih mendekat ke memeknya.
"Niih, puas-puasin deh liatin memek mpok,
Wan." kata mpok Anah.
Setelah dekat, apa yang kulihat sungguh
membuatku tidak kuat untuk tidak gemetar. Belahan daging yang kulihat ini
sangat indah, berwarna merah, bulunya lebat sekali menambah keindahan. Di
bagian atas, mencuat daging kecil yang seperti menantangku untuk menjamahnya.
Aromanya, sebuah aroma yang aneh, namun membuatku semakin horny.
"Udah? Cuma diliatin aja? Nggak mau nyium
itil mpok?" pancing mpok Anah sambil dua jari tangan kanannya
menggosok-gosok daging kecil yang mencuat di bagian atas memeknya.
"Mm.. Mmau pok. Mau banget." kataku
antusias. Lalu tangan mpok Anah menekan kepalaku sehingga semakin dekat ke
memeknya. "Ya udah cium dong kalo gitu, itil mpok udah nggak tahan pengen
Irwan ciumin, jilatin, gigitin."
Dan bibirkupun menyentuh itilnya, kukecup itilnya
dengan nafsu yang hampir membuatku pingsan. Aroma kewanitaan mpok Anah semakin
keras menerpa hidungku. Mpok Anah mendesah saat bibirku menyentuh itilnya. Lalu
kejilati itilnya dengan semangat, tidak hanya itilnya, tapi juga bibir memek
mpok Anah yang tebal itu aku jilati. Jilatanku membuat mpok Anah mengejang
seraya mendesah dan mengerang hebat.
"Sshh.. Aarrgghh.. Gitu Waann..
Oogghh.."
Suara rintihan dan desahan mpok Anah membuatku
semakin bergairah menjilati seluruh bagian memek mpok Anah. Bahkan sekarang
kumasukkan lidahku ke dalam jepitan bibir memek mpok Anah. Tangan mpok Anah
menekan kepalaku, sehingga wajahku semakin terbenam dalam selangkangan mpok
Anah. Agak susah juga aku bernafas, tapi aku senang sekali.
Kumasukkan lidahku ke dalam lubang nikmat mpok
Anah, lalu ku jelajahi lorong memeknya sejauh lidahku mampu menjangkaunya.
Tiba-tiba, kurasakan lidahku seperti ada mengemut. Luar biasa, rupanya memek
mpok Anah membalas permainan lidahku dengan denyutan yang kurasakan seperti
mengemut lidahku. Tubuh mpok Anah menggelinjang keras, pinggulnya berputar
sehingga kepalaku ikut berputar.
Tapi itu tidak menghentikan permainan lidahku
di dalam jepitan daging memek mpok Anah. Desahan mpok Anah semakin keras begitu
juga dengan gerakan pinggulnya, aku semakin bersemangat menjilati, dan sesekali
aku menjepit itilnya dengan kedua bibirku, dan rupanya ini sangat membuat mpok
Anah terangsang, terbukti setiap kali aku menjepit itilnya dengan bibir, mpok
Anah mengejang dan mendesah lebih keras.
"Sshh, aarrghhgghh, Wan, itu enak banget
waan.."
Tapi, putaran pinggul mpok Anah terhenti,
sebagai gantinya, sesekali dia menghentakkan pantatnya ke atas.
Hentakan-hentakan ini membuat wajahku seperti mengangguk-angguk. Erangannya
semakin keras, dan tiba-tiba dia menjerit kecil, tubuhnya mengejang, pantatnya
diangkat keatas, sedangkan tangannya menekan kepalaku dengan kencang ke
memeknya. Dan kurasakan di dalam memek mpok Anah ada cairan yang membanjir dan
ada rasa gurih yang nikmat sekali pada lidahku.
Desahan mpok Anah seperti sedang menahan
sakit. Tapi belakangan baru aku tahu bahwa ternyata mpok Anah sedang mengalami
orgasme. Dan pantat mpok Anah berputar pelan sambil terkadang terhentak keatas,
dan tubuhnya mengejang. Sementara itu, cairan yang membanjir keluar itu ada
yang tertelan sedikit olehku, tapi setelah aku tahu bahwa rasanya enak, akupun
menjilati sisa cairan yang masih mengalir keluar dari memek mpok Anah. Mpok
Anah kembali menggeliat dan mengerang seperti orang sedang menahan sakit.
Kepalaku masih terjepit dipahanya, dan
mulutkupun masih terbenam di memeknya. Tapi aku tak peduli, aku menikmati
sekali posisi ini. Dan tak ingin cepat-cepat melepaskannya. Tak lama kemudian,
mpok Anah merenggangkan pahanya sehingga kepalaku bisa bebas lagi. Kemudian
mpok Anah menarik tanganku. Aku mengikuti tarikannya, badanku sekarang menindih
tubuhnya, kambali bibir kami berpagutan. Lidah saling belit dalam gelora nafsu
kami.
Lalu mpok Anah melepaskan ciumannya dan
berkata, "Wan, terima kasih ya. Enak banget deh. Mpok puas. Ayo sekarang
giliran mpok."
Mpok Anah bangun dari tidurnya dan akupun
duduk. Dia mulai membuka pakaianku dimulai dari kemejaku. Setiap kali satu
kancing baju terlepas, mpok Anah mengecup bagian tubuhku yang terbuka. Dan saat
semua kancing sudah terlepas, mpok Anah mulai menjilati dadaku, pentilku
disedotnya. Aku merasakan sesuatu yang aneh namun membuatku semakin bernafsu.
Sambil menjilati bagian atas tubuhku, tangan mpok Anah bekerj membuka celana
panjangku dan melemparkannya ke lantai. Sekarang aku hanya tinggal mengenak CD
saja. Mpok Anah menyuruhku berbaring telentang. Aku menurut.
Lalu CD ku diperosotkannya melalui kakiku, aku
membantu dengan menaikkan kakiku sehingga mpok Anah lebih mudah melepaskan
CDku. Dunia seperti terbalik rasanya saat tangan mpok Anah mulai menggenggam
tititku dan mengelus serta mengocoknya perlahan.
"Lumayan juga titit kamu Wan. Gede juga,
keras lagi." celetuk mpok Anah.
Tak membuang waktu, mpok Anah segera
menurunkan wajahnya sehingga mulutnya menyentuh kepala tititku. Dikecupnya
kepala tititku dengan lembut, kemudian dikeluarkannya lidahnya, mulai menjilati
kepala, lalu batang dan turun ke.. Bijiku. Semua dilakukannya sambil mengocok
tititku dengan gerakan halus. Lidahnya bergerak turun naik dengan lincahnya
membuatku semakin tidak terkendali. Aku mendesah dan mengerang merasakan
kenikmatan dan sensasi yang mpok Anah berikan. Sungguh luar biasa permainan
lidah mpok Anah.
Setelah beberapa lama, mpok Anah menghentikan
lidahnya. Rupanya dia sudah merasa bahwa tingkat ereksiku sudah cukup untuk
memulai permainan.
"Udah Wan, sekarang Irwan masukkin kontol
Irwan ke memek mpok. Adduhh, mpok udah nggak sabar pengen disiram sama perjaka.
Biar mpok awet muda Wan." kata mpok Anah.
Aku tak mengerti maksud mpok Anah, tapi yang
jelas, sekarang mpok Anah kembali tiduran dan menyuruhku mulai mengambil posisi
di atasnya. Mpok Anah melebarkan kedua kakinya sehingga aku bisa masuk di
antara kakinya itu. Kemudian mpok Anah memegang tititku dan mengarahkannya ke
memeknya yang sudah menanti untuk kumasuki. Mpok Anah meletakkan tititku di
depan memeknya, kemudian berkata, "Nah, sekarang teken Wan."
Aku tidak menunggu lebih lama lagi. Segera
kutekan tititku memasuki kegelapan memek mpok Anah. Kurasakan tititku seperti
dijepit daging yang sangat keras namun lembut dan kenyal, agak licin tapi
sekaligus juga agak seret.
"Aagghh.. Pelan dulu Wan," pinta
mpok Anah.
Saat kepala tititku sudah masuk, mpok Anah
menggoyangkan pinggulnya sedikit, membuatku semakin mudah untuk memasukkan
seluruh tititku. Dan akhirnya terbenamlah sudah tititku di dalam memeknya.
Jepitannya kuat sekali, namun ada kelicinan yang membuatku merasa seperti di
dalam sorga. Kemudian mpok Anah terdiam. DIa berkonsentrasi agaknya, karena
tahu-tahu kurasakan tititku seperti disedot oleh memek mpok Anah. Ya ampuun, rasanya
mau meledak tubuhku merasakan denyutan di memek mpok Anah ini. Tititku seperti
dijepit dan tidak bisa kugerakkan. Seperti ada cincin yang mengikat tititku di
dalam memek mpok Anah. Aku agak bingung, karena aku tidak bisa bergerak sama
sekali.
"Mpok, apa nih?" aku bertanya.
"Enak nggak Wan?" tanya mpok Anah.
"Iya pok, enak banget. Apaan tuh tadi
pok?" aku kembali bertanya.
Mpok Anah tidak menjawab, hanya tersenyum
penuh kebanggaan. Kemudian mpok Anah melepaskan jepitan memeknya pada tititku.
"Sekarang kamu gerakin keluar masuk titit
kamu ya Wan." perintah mpok Anah.
Dan akupun mulai permainan sesungguhnya,
kugerakkan tititku keluar masuk di lorong kenikmatan mpok Anah. Setiap gerakan
yang kubuat menimbulkan sensasi yang luar biasa, baik untukku maupun untuk mpok
Anah. Mula-mula pelan saja gerakanku, tapi lama-lama, mungkin karena nafsu yang
semakin besar, gerakanku semakin cepat. Dan mpok Anah mengimbangi gerakanku
dengan putaran pinggulnya yang mengombang-ambingkan tubuhku. Putaran pinggul mpok
Anah membuat seperti ada yang mau meledak dalam diriku.
"Hhgghh.. Oogghh.. Sshh, Waann. Kamu jago
banget waann.." desah pok Anah.
Aku tidak tahu apa maksudnya, namun pujiannya
membuatku semakin memacu "motor"ku menerobos kegelapan di lorong mpok
Anah. Lalu mpok menghentikan putaran pinggulnya dan melingkarkan kakinya ke
kakiku sehingga kembali aku tidak bisa bergerak leluasa.
"Wan, sekarang kamu diem aja, kamu rasain
aja mpot ayam mpok." perintahnya.
Lagi, aku tak tahu apa maksudnya, namun mpok
Anah mencium bibirku dan lidahnya mengajakku berpagutan kembali.
"Mpok udah mau keluar lagi nih wan, kita
barengin ya sayang, mpok tanggung pasti enak deh." kata mpok Anah.
Tubuh mpok Anah diam, namun kurasakan tititku
seperti dijepit dan dipijit dengan lembut, benar-benar luar biasa memek mpok
Anah. Kembali desakan lahar dalam diriku menuntut dikeluarkan. Dan denyutan
memek mpok Anah terus saja mengemuti tititku membuatku merem melek. Dan
akhirnya aku benar-benar tidak kuat menahan lahar yang mendesak itu.
"Mpookk.. Adduuhh.. Sayaa.." aku
tidak dapat meneruskan kata-kataku, tapi mpok Anah rupanya mengerti bahwa aku
sudah hampir mencapai klimaksku.
"Tahan Wan, mpok juga mau nyampe nih,
Barengin ya Wan." kata mpok Anah.
Aku tak peduli, karena aku tidak bisa menahannya,
dengan erangan panjang, aku merasakan tititku mengeras dan tubuhku mengejang.
Kuhunjamkan tititku dalam-dalam ke memek mpok Anah, dan menyemburlah lahar yang
sudah mendesak dari tadi ke dalam memek mpok Anah.
"Mpookk.. Aagghh.."
Croott... Crroott... Mpok Anahpun menjerit
kecil dan tubuhnya menegang, tangannya memeluk dengan kuat. Di dalam kegelapan
memek mpok Anah, semprotan air maniku bercampur dengan banjirnya air mani mpok
Anah. Aku tak bisa mengungkapkan bagaimana enaknya sensasi yang kurasakan.
Pinggul mpok Anah bergetar, dan menghentak dengan kerasnya. Memeknya
berdenyut-denyut, enak sekali. Banyak selaki lahar yang kumuntahkan di memek
mpok Anah, ditambah lahar mpok Anah, rupanya tidak mampu ditampung semuanya,
sehingga sebagian meleleh keluar dari memek mpok Anah dan turun ke belahan
pantatnya.
Lama kami berdiam dalam posisi masih
berpelukan, tititku masih terbenam di memek mpok Anah. Tubuh kami bersimbah
peluh, nafas kami masih memburu. Kemudian, mpok Anah tersenyum, lalu menciumku.
"Kamu hebat banget Wan. Baru pertama aja
udah bisa bikin mpok puas. Gimana nanti kalo udah jago." kata mpok Anah.
"Pok, Ma kasih ya pok. Enak banget deh
tadi pok." kataku.
"Sama-sama Wan, mpok juga terima kasih
udah dikasih perjaka kamu. Besok mau lagi nggak?" tantang mpok Anah.
"Mau dong pok, siapa yang nggak mau memek
enak kayak gini." jawabku sambil mengecup bibirnya. Dan kamipun kembali
berpagutan.
*****
Itulah pengalaman pertamaku dengan wanita.
Sejak itu, mulailah petualanganku dengan wanita-wanita yang lain. Mpok Anah
telah memberi pelajaran yang sangat nikmat. Terima Kasih Mpok Anahku Sayang.
TAMAT
Baca : Part 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar