![amoy [Portal Seks]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuDI53clxo6R1d0NZGC4Q80AKNOREv8B8ZOcZf_8-fzO15stPbFm1fUbxDzTx5l3WA2goL_yee2cFc6ouXQA0jM7-D2Em0sfneima8GBOE5qU7rFuixi_TqzYB8pAgOvfZb1A7eNY0EUU/s1600/amoy+3.jpg)
Atas permintaan suamiku aku menghubungi Pram
melalui telepon, mengundangnya untuk datang ke rumah kami. Awalnya Pram agak
segan untuk bertemu suamiku, namun aku berusaha meyakinkan bahwa suamiku sudah
mengetahui semua yang kita lakukan dan dia malah menyetujuinya. Kutambahkan
bahwa dengan demikian maka kesempatan kita untuk bertemu semakin besar karena
bisa dilakukan kapan saja jika waktu dan kesempatan memungkinkan. Akhirnya Pram
setuju dan akan meneleponku terlebih dahulu sebelum datang.
Selang beberapa minggu kemudian barulah aku
menerima telepon dari Pram mengabarkan bahwa dia akan datang pada akhir minggu
ini, bertepatan dengan long weekend (hari libur nasional yang berdempetan
dengan hari minggu). Saat itu juga aku langsung menelepon suamiku yang masih di
kantor tentang rencana Pram yang akan datang berkunjung. Suamiku lantas
mengusulkan bagaimana jika kita sekalian berlibur keluar kota bersama, mumpung
long weekend. Aku bilang aku sih setuju saja, asalkan Pram juga setuju. Suamiku
bilang kalau dia akan booking kamar dari sekarang, soalnya kalau tidak, susah
dapat hotel di saat long weekend.
Akhirnya, hari Sabtu yang ditunggu tiba. Pram
datang sekitar jam 11 siang. Saat itu anakku masih di sekolahnya dan baru akan
pulang sekitar jam 12-an, sementara suamiku masih di kantor. Aku langsung
menyambut Pram dengan pelukan kangen dan Pram balas memelukku, lalu lantas
mencium bibirku. Namun meskipun hasratku begitu menggebu untuk segera making
love dengan Pram, aku harus menahan diri karena sebentar lagi anakku segera
datang. Pram lalu kemudian pamit untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan
badannya selepas perjalanan jauh dari kotanya.
Aku sendiri kemudian menyiapkan makan siang
untuk Pram dan keluargaku. Sekitar jam 12 anakku sampai di rumah. Aku lalu
perkenalkan Pram sebagai teman ayahnya. Pram cepat akrab dengan anakku.
Setengah jam kemudian suamiku datang dari kantor dan aku langsung mengajaknya
ketemu Pram. Sebenarnya suamiku sempat mengenal Pram, itu dulu ketika aku masih
pacaran sama Pram aku sebenarnya sudah mengenal suamiku sekarang ini, tapi saat
itu hanya sebatas teman. Dan dalam satu kesempatan aku sempat mengenalkan Pram
sebagai pacarku kepada suamiku. Tapi saat itu mereka hanya saling bertegur sapa
dan tidak berkenalan lebih jauh.
Suamiku lantas menyapa Pram, yang kelihatan
agak canggung. Namun kemudian aku mengajak mereka untuk bersama makan siang. Di
meja makan suamiku aktif memulai pembicaraan, namun umumnya yang dibahas
sekitar masalah bisnis dan politik secara umum. Setelah makan selesai, terlihat
kekakuan sudah mulai mencair. Sementara aku membereskan meja makan, mereka
berdua lalu melanjutkan obrolan mereka sambil merokok di beranda rumah.
Kelihatannya mereka berdua sudah mulai akrab, kerena sesekali tawa lepas mereka
terdengar. Belakangan aku tahu bahwa mereka membicarakan aku, tentang betapa
hot-nya aku di ranjang.
Selepas pukul tujuh malam setelah kami selesai
berkemas, kami berempat (termasuk anakku) dengan menggunakan sebuah mobil
kijang pergi menuju ke sebuah tempat di luar kota, ke hotel yang telah kami
book sebelumnya. Sengaja kami memilih waktu agak malam untuk menghindari macet
yang biasanya terjadi di sore hari. Suamiku yang menyetir mobil, dan Pram di
kursi depan. Aku dan anakku duduk di jok tengah. Setelah satu jam perjalanan
anakku mulai tertidur mungkin karena siangnya dia tidak tidur maka dengan cepat
ia terlelap.
Sementara itu obrolan diantara kami sudah
mulai terhenti, mungkin karena kehabisan topik. Suamiku dengan penuh
konsentrasi mengemudikan kendaraannya, dan Pram menatap lurus ke arah depan.
Sementara itu aku mulai merasakan memekku gatal, karena menahan hasrat dari
siang. Aku lalu berinisiatif mengulurkan tanganku ke depan dan memeluk Pram
dari belakang. Pram awalnya merasa enggak enak dan melihat ke arah suamiku,
seolah minta persetujuan. Suamiku tersenyum dan memberikan isyarat bahwa dia
setuju. Pram lalu sedikit merebahkan kursinya dan aku lantas mencium bibirnya
dari arah belakang. Dengan kepala tersandar aku mulai melumat bibir Pram dan
dibalas Pram dengan mengulum lidahku.
Kedua tanganku menelusup ke balik kemeja Pram
dan mulai mengusap kedua putingnya. Sementara itu Pram lantas melingkarkan kedua
tangannya kebelakang dan meremas pantatku dengan erat. Tak lama tangan Pram
menelusup ke balik rok dan mengelus pahaku dengan lembut. Perlahan tangannya
bergerak semakin ke atas, kurasakan jari-jarinya menyibakkan tepian celana
dalamku dan mulai menyentuh bibir memekku. Jarinya lalu memainkan klitorisku
dan sesekali memasukkan jarinya ke lubang memekku yang sudah basah. Tanpa
melepaskan ciuman, Pram terus memainkan jari-jarinya di memekku sampai satu
saat aku merasakan kalau orgasmeku tak terbendung lagi. Sambil menahan suaraku,
aku melumat bibir Pram sekeras mungkin dan mendekapkan kedua pahaku seolah
tangannya jangan sampai terlepas dari memekku. Dan ketika orgasmeku mulai pudar
nafasku sungguh tak beraturan. Ketika aku melirik ke arah suamiku, dia hanya
tersenyum.
Beberapa saat kemudian masih dari arah
belakang, aku membuka ikat pinggang Pram dan menelesupkan tanganku ke balik
celananya. Kurasakan kontol Pram yang memang lebih besar dari punya suamiku
menegang dengan keras sekali. Lalu dengan sedikit berjongkok dari arah belakang
aku lalu mendekatkan bibirku ke arah kontol Pram. Aku lantas mulai mengulum
kontol Pram. Sementara itu suamiku hanya bisa menyaksikan dari sudut matanya,
karena ia harus mencurahkan konsentrasinya ke jalan. Setelah beberapa lama
mengulum kontolnya dan menggerakannya keluar masuk mulutku, Pram berbisik kalau
dia udah mau nyampe alias ejakulasi.
Aku lalu mempercepat gerakan kontolnya keluar
masuk bibirku, lalu tak lama Pram mulai melenguh dan memuncratkan sperma-nya
yang hangat di mulutku. Saking banyaknya, sebagian dari sperma Pram menetes
membasahi pinggiran bibirku. Aku kemudian menelan sperma Pram. Suamiku
tersenyum kepada kami berdua dan hanya bisa bilang wow. Aku lalu mencium bibir
suamiku (dengan sisa-sisa sperma Pram yang masih menempel di bibirku) sambil
berbisik aku bilang terima kasih.
Tak lama kami tiba di hotel tujuan kami.
Rupanya suamiku memesan dua kamar yang dilengkapi connecting door, bersebelahan
untuk memudahkan akses dari satu kamar ke yang lainnya. Sementara suamiku
membereskan administrasi hotel aku dengan menggendong anakku yang masih
tertidur naik ke lantai 3 bareng dengan Pram. Lalu aku masuk ke kamarku dan
Pram ke kamar sebelahnya. Setelah menidurkan anakku di ranjang dan membereskan
barang bawaan kami, aku lalu pergi ke kamar mandi dan mulai mengisi bathtub.
Kemudian sambil berendam aku memainkan memekku. Meskipun di mobil aku sempat
orgasme, rasanya memekku masih ingin merasakan dimasuki kontol.
Tak lama suamiku mengetok pintu kamar dan
dengan hanya melilitkan handuk, aku membuka pintu. Rupanya suamiku sudah tidak
tahan menyaksikan adegan yang tadi aku lakukan di mobil dengan Pram. Maka
dengan bernafsu ia langsung mencium bibirku dan membuka bajunya. Lalu kami
pergi ke bathtub. Suamiku berbaring di bathtub dan aku langsung menaiki
badannya. Baik aku dan suamiku sudah sama-sama terangsang, sehingga tanpa
pemanasan aku langsung memasukkan kontol suamiku ke memekku. Namun hanya
beberapa goyangan pantatku suamiku langsung memuntahkan spermanya di dalam memekku.
Aku sendiri merasakan orgasmeku makin jauh. Namun aku bisa memahami kondisi
suamiku. Suamiku kemudian terkulai lemas di bathtub dan setelah membersihkan
memekku aku bilang kalau aku mau ke kamar sebelah. Suamiku hanya menggangguk
setuju.
Setelah mengeringkan badanku dengan handuk,
aku kemudian memakai celana dalam tipis berenda berbentuk kupu-kupu yang
memperlihatkan memekku secara berbayang, setelah itu aku mengenakan baju tidur
satinku yang juga tipis dan memperlihatkan lekuk tubuhku tanpa bra. Kemudian
melalui connecting door aku masuk ke kamar Pram. Kulihat Pram dengan hanya
menggenakan celana pendek tanpa baju sedang berbaring di ranjang menonton
televisi. Aku kemudian berdiri di depan televisi, menghalangi pandangan Pram ke
televisi.
Pram tersenyum dengan mata yang tak berkedip
menatap seluruh liku tubuhku. Dengan masih dalam posisi berdiri, aku pejamkan
mataku dan mulai mengusap payudaraku dari luar pakaianku. Lalu tanganku
bergerak keseluruh tubuhku, menelusuri halusnya kain satin yang aku kenakan.
Perlahan tanganku mulai menyentuh memekku yang masih terbungkus pakaian. Lalu
kemudian kurasakan tangan Pram memeluk tubuhku. Ketika kubuka mataku, kulihat
Pram sudah duduk dipinggir ranjang dan mulai meremas kedua bongkahan pantatku.
Lalu kemudian Pram menyenderkan kepalanya ke arah perutku. Perlahan tangannya
bergerak ke atas dan membuka dasterku. Akhirnya dasterku terlepas meluncur ke
bawah dan aku kini hanya mengenakan celana dalam kupu-kupuku.
Kedua tangan Pram kini meremas kedua
payudaraku sementara mulutnya mencium perut dan pusarku. Sungguh sangat
membuatku makin terangsang. Lalu Pram mulai mengulum puting payudaraku dan
mengisapnya bergantian. Setelah beberapa lama dan memekku sudah terasa sangat
basah, Pram lalu menurunkan ciumannya dari payudaraku, perlahan bergerak ke
bawah, kearah perutku lalu ke arah selangkanganku dan menjilat bagian pinggir
celana dalamku. Masih dalam posisi berdiri aku merasasemakin tidak tahan dan
mulai meremas rambut Pram dengan gemas. Pram lalu menarik tubuhku, menelentangkanku
di atas ranjang. Lalu kemudian perlahan dia membuka celana dalamku dan mulai
menjilat klitoris dan memekku.
Kali ini aku tidak menahan suaraku lagi
seperti waktu di mobil, dan tanparagu-ragu mulai mengeluarkan erangan seiring
dengan kenikmatan yang makin kurasakan. Dan ketika kurasakan orgasmeku hampir
mendekat aku tarik Pram sambil minta untuk memasukkan kontolnya sekarang juga.
Lalu Pram membuka celananya dan lalu naik ke atas ranjang. Kini kontolnya yang
besar sudah tegak mengacung, aku sungguh tak tahan untuk tidak mengulumnya
walau sebentar. Setelah itu Pram mulai mengarahkan kontolnya ke memekku dan
menggesekkan bibir luar memekku, dan dengan satu gerakan keras Pram langsung
membenamkan seluruh kontolnya ke dalam memekku.
Karena memekku sudah sangat basah dan baru
saja dimasuki kontol suamiku maka seketika kontol Pram langsung masuk. Sungguh
suatu kenikmatan yang tak terhingga. Lalu dengan keras dan cepat Pram memompa
menggerakkan kontolnya keluar masuk memekku. Dalam kenikmatan yang makin
memuncak aku terus berkata, ayo Pram gerakin yang cepet, aku udah mau nyampe...
Akhirnya orgasmeku tiba dan kulingkarkan kakiku ke pinggang Pram dan
menguncinya dengan erat. Pram mengimbanginya dengan membenamkan kontolnya
sedalam mungkin ke memekku. Lalu aku terkulai lemas dan mulai menata nafasku.
Pram ternyata belum sampai. Pram lalu mencabut
kontolnya dari memekku dan memintaku berbaring telungkup. Aku lalu telungkup
sambill memeluk bantal di kepalaku. Lalu Pram mencium rambutku, kemudian turun
ke arah punggungku. Lidahnya bergerak menjilati punggungku yang basah oleh
keringat. Lalu ketika tiba di kedua bongkahan pantatku, Pram dengan lembut
menggigit dan mengisap buah pantatku dan meninggalkan bekas merah setelahnya.
Lalu kemudian lidahnya turun ke sela pantatku, dan mulai menjilat anusku. Sesekali
memasukkan ujung lidahnya ke dalam lubang anusku. Lalu kemudian menjilat garis
memekku dari arah anus sampai klitorisku. Demikian berulang naik turun sampai
kemudian gairahku menggebu lagu. Pram lalu memintaku menungging dan perlahan
memasukkan kontolnya dari belakang.
Terus terang ini adalah gaya favoritku karena
gesekan kontol bisa lebih terasa sampai menyentuh mulut rahimku. Biasanya
suamiku tidak bisa tahan lama dengan gaya ini. Namun Pram sungguh lain, sebab
sudah lebih setengah jam dia masih kuat menahan ejakulasinya. Sampai akhirnya
dia bilang kalau dia udah mau sampai. Aku bilang ayo Pram gerakin yang cepet,
dan minta supaya ejakulasi di dalam memekku. Aku sendiri tidak khawatir hamil
karena aku ikut KB. Lalu Pram kemudian menggerakkan kontolnya makin cepat dan
kemudian kurasakan semprotan spermanya yang hangat di memekku. Aku sendiri
kemudian mencapai orgasmeku yang kedua pada saat yang hampir berbarengan.
Setelah itu dengan mendekapku dari belakang dan dalam keadaan telanjang kami
berdua tertidur.
Pagi hari antara sadar dan tidak kurasakan
sesuatu yang geli di memekku, ketika kulihat ternyata Pram sedang menjilati
memekku. Sekilas kulihat jam di meja sudah menunjukkan jam setengah lima pagi.
Sambil tersenyum aku kembali memejamkan mataku dan mulai menikmati jilatan
lidah Pram di memekku. Tanganku meremas kedua payudaraku mengimbangi kenikmatan
di memekku. Lantas Pram bergerak ke atasku, melumat bibirku dan mulai
memasukkan kontolnya kembali. Kali ini kami menikmati persetubuhan dengan pelan
dan dengan bibir yang terus saling berciuman, suasana terasa lebih romantis.
Justru karena suasana itu baik Pram maupun aku tak bisa menahan orgasme terlalu
lama, sehingga kemudian Pram kembali menumpahkan spermanya di dalam memekku.
Setelah itu aku tak mau anakku terbangun dan
mendapati ibunya tidur di kamar lain. Jadi aku cepat-cepat memakai dasterku
tanpa mengenakan celana dalam aku kembali ke kamarku dan suamiku. Bunyi pintu
rupanya membangunkan suamiku, ketika dia melihatku datang dia memberi isyarat
untuk mendekat kepadanya. Lalu tanpa berkata apa-apa dia langsung menyibakan
dasterku dan memintaku untuk duduk di atas wajahnya yang terlentang di kasur.
Lalu kemudian dia mulai menjilati memekku yang masih basah oleh sperma Pram.
Dengan bernafsu dia menjilati cairan memekku yang telah bercampur dengan sperma
Pram yang menetes keluar dari memekku.
Setelah puas suamiku mengajakku ke kamar mandi
dan memintaku menungging di wastafel. Lalu dia memasukkan kontolnya ke dalam
memekku dan tak lama ikut mengisi memekku dengan spermanya tercampur dengan
sperma Pram. Setelah suamiku kembali ke kasur, aku kemudian membersihkan
memekku lalu menyusul suamiku di ranjang.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar