![amoy [Portal Seks]](http://3.bp.blogspot.com/_cM0Xw9n9Pgs/TOAf0Ngk0LI/AAAAAAAAEpE/sXmAhaYJRgU/s640/O4.jpg)
Baik Pram maupun aku sangat terkesan dengan
apa yang baru kami lakukan. Menjadi sangat istimewa karena baru saat inilah aku
merasakan memekku dimasuki kontol selain milik suamiku dan sekaligus orang yang
mengisinya adalah seseorang yang pernah punya kesan khusus di hatiku. Dengan
berat hati aku bilang kalau sekarang dia harus pergi karena aku harus menjemput
anakku. Sebelum pergi, Pram meninggalkan nomor handphone dan memintaku untuk
menghubunginya setiap saat aku membutuhkannya. Aku kemudian mengantarnya sampai
ke pintu depan dan dia meninggalkanku dengan ciuman lembut di pipi.
Malamnya ketika suamiku pulang, dan anakku
sudah tidur suamiku minta aku menceritakan tentang apa yang aku lakukan dengan
Pram tadi siang. Sambil berbaring berdua aku mulai bercerita. Sambil seksama
mendengarkan tangannya menelusup ke balik rokku dan langsung menuju ke memekku
(aku tidak pakai celana dalam). Lalu di bilang, wah memeknya masih bengkak nih.
Lalu jarinya mulai mengusap itilku. Sambil terus bercerita aku usap puting susu
suamiku sehingga suamiku makin terangsang mendengar ceritaku. Dia jadi tidak
sabar dan membuka celananya lalu memasukkan kontolnya ke memekku.
Aku baru mulai menikmati gerakan kontolnya di
memekku ketika tiba-tiba suamiku bilang kalau dia sudah mau ejakulasi. Aku
bilang tahan dulu karena aku masih belum mau orgasme, namun apa daya suamiku
tak mampu menahan dan akhirnya dia menyemprotkan spermanya di dalam memekku.
Tak lama kontolnya mulai layu dan kemudian dia tertidur kecapean. Aku kini
dalam posisi "menggantung" karena aku belum orgasme. Kemudian kucoba
untuk melanjutkan dengan jalan memainkan jariku di memekku. Entah mengapa
meskipun suamiku ada di sisiku, saat bermastrubasi yang justru aku bayangkan
seolah-olah Pram yang kini sedang menyetubuhiku. Sambil membayangkan kejadian
tadi siang aku terus memainkan memekku sampai kemudian aku orgasme. Namun
kuakui rasanya tidak sehebat dengan apa yang aku rasakan tadi siang.
Besoknya perasaan menggantung itu masih ada.
Dan seperti rutinitas biasa, setelah suami dan anakku pergi, aku kembali
sendiri di rumah. Tiba-tiba keinginan untuk mengulangi apa yang kulakukan
kemarin dengan Pram muncul dengan kuat. Aku hubungi nomor HP-nya dan menanyakan
apakah ia bisa datang sekarang. Sayangnya dia bilang tidak bisa, karena ada
yang harus dia kerjakan pagi ini. Lalu aku tanya gimana kalau malam. Dia balik
tanya bagaimana dengan suamiku. Aku bilang kalau suamiku sebernarnya tahu apa
yang kita lakukan kemarin dan dia menyetujuinya. Jadi aku pikir malam ini pun
tidak apa-apa kalau dia datang. Tapi dia jawab dia masih merasa sungkan untuk
ketemu dengan suamiku.
Akhirnya aku usulkan gimana kalau kita keluar
sekalian makan malam, tapi aku mau bilang suamiku dulu. Dia bilang setuju
karena malam ini dia punya banyak waktu. Katanya hari ini adalah hari terakhir
dia berada di kotaku untuk pekerjaannya sebelum besok di kembali ke kotanya.
Aku kemudian menelepon suamiku dan menceritakan rencanaku, suamiku bilang oke.
Aku begitu bersemangat dan ingin mempersiapkan sesuatunya dengan baik. Aku lalu
pergi ke kamar mandi, mencukur bulu memekku dan memakai lulur wangi sehingga
nanti malam Pram benar-benar terkesan dengan penampilanku.
Malam hari jam delapan suamiku pulang. Anakku
sudah tertidur setengah jam yang lalu karena siangnya dia bermain sehingga
tidak tidur siang. Suamiku mendapatiku sudah berdandan rapi dan wangi. Dia
kemudian ajak aku makan malam, namun aku bilang kalau aku mau makan malam
diluar dengan Pram. Akhirnya dia makan malam sendiri. Aku lalu telepon Pram
untuk datang menjemputku. Sebelum Pram datang suamiku memeluk dan menciumku,
tangannya lalu merambah memekku, dia merasakan memekku yang licin karena pagi
tadi baru dicukur. Sambil tersenyum dia bilang, wah persiapannya hebat sekali,
katanya lagi dia jamin Pram pasti tidak akan merasa cukup menyetubuhiku cuma
sekali. Sebelum aku pergi dengan Pram suamiku penasaran ingin menjilat memekku
yang licin, lalu dia menyingkapkan rokku, membuka celana dalamku dan mulai
menjilati memekku. Aku sedang menikmati jilatan lidahnya di memekku ketika
kudengar suara klakson di depan. Kulihat melalui jendela, ternyata Pram yang
datang. Lantas aku pamit sama suamiku, suamiku bilang celana dalamnya enggak
usah dipake toh aku tidak akan membutuhkannya. Aku cuma tersipu mendengar
ucapannya.
Aku keluar dan langsung menuju Pram yang masih
dimobilnya. Sampai di dalam mobil Pram menyambutku dengan ciuman kecil di
pipiku. Lalu dia tanya sekarang mau kemana. Aku cuma bilang terserah dia.
Lantas Pram mengarahkan mobilnya ke sebuah restoran. Turun dari mobil, Pram
memeluk pinggangku sambil berjalan menuju restoran, serasa masa berpacaran kami
dulu. Makan malam berlangsung dengan romantis, diselilngi dengan saling
bercerita tentang masa kami berpacaran dulu. Dia bilang dia sangat berbahagia
karena kini telah merasakan apa yang dulu sangat ingin rasakan namun belum
pernah terlaksana. Dia menambahkan kalau sampai sekarang dia masih belum
menikah. Dia bilang meskipun kini dia sudah punya tunangan, dia masih sering
mengingatku dan karenanya benar-benar menikmati kebersamaan ini.
Selesai makan malam, Pram mengarahkan mobilnya
ke luar kota. Menjelang di luar kota, di daerah yang sejuk kami lalu berbelok
memasuki sebuah motel. Sebuah motel yang cukup luas dan asri. Mobil langsung
menuju garasi yang terletak persis di bawah kamar motel. Seorang pelayan
membukakan pintu garasi dan langsung menyodorkan formulir check-in. Setelah
menandatangani formulir serta membayar tagihan awal, si pelayan kemudian
menutup pintu garasi. Pram lalu mengajakku menaiki tangga menuju kamar motel di
atas.
Kamar motel itu cukup luas, ada sebuah ranjang
ukuran kingbed, seperangkat sofa dan TV set, serta kamar mandi yang dilengkapi
bathtub. Pram rupanya sudah tidak sabar lagi, tanpa berkata dia langsung
menarikku dan mencium bibirku dengan penuh gairah. Kusambut ciumannya dengan
penuh gairah pula. Sambil menciumku tangan Pram dengan semangatnya meremas
susuku. Aku kemudian membuka celana yang dia kenakan dan tak sabar aku dorong
Pram ke arah ranjang. Dalam keadaan Pram yang terlentang kumasukkan kontol Pram
ke mulutku dan mulai mengulumnya dengan semangat. Kumainkan kontolnya yang
besar itu keluar masuk mulutku. Pram hanya bisa memejamkan matanya menikmati
hisapanku. Tak lama Pram bilang kalau dia ingin menjilati memekku. Pram lantas
mencopot seluruh pakaianku dan pakaiannya sendiri, sampai kami berdua kini
telanjang bulat. Lalu dia kembali berbaring dan memintaku meletakkan pantatku
di atas mukanya.
Maka dengan posisi 69 aku kembali mengulum
kontol Pram sementara dia menjilat memek dan itilku. Kira kira setengah jam
kami dalam posisi itu ketika kurasakan orgasmeku telah mendekat, sampai
kemudian aku mencapai orgasme. Dengan mulut masih mengisap kontol Pram,
kutekankan memekku dengan kuat ke muka Pram. Dia sendiri dengan kuat mengisap
itilku sampai aku benar benar melayang. Beberapa saat setelah orgasmeku
memudar, Pram lalu membaringkanku di ranjang, mulutnya kini mengisap puting
susuku bergantian. Setelah puas mengisap dan mengulum susuku, kemudian dia naik
ke atasku dan mengarahkan kontolnya di memekku. Dengan lembut dia mengusapkan
kepala kontolnya di memekku. Memekku kini sudah sangat basah dan menginginkan
kontolnya untuk segera dimasukkan ke memekku. Perlahan Pram menekan kontolnya
ke lubang memekku. Meski memekku sudah basah, Pram agak kesulitan untuk
memasukkan kontolnya. Dengan jariku, kubuka bibir memekku lebar-lebar, sampai
kemudian seluruh kontolnya masuk di memekku. Dia mulai menggerakkan kontolnya
keluar masuk memekku.
Setelah kira-kira 10 menit Pram mengentotku,
tiba tiba aku merasakan kalau aku ingin pipis. Aku bilang kalau aku mau pipis
dulu, Pram mencabut kontolnya dan lalu menuntunku ke kamar mandi. Di kamar
mandi, Pram minta aku kencing sambil berdiri, lalu mulutnya kembali menjilati
memekku. Dorongan untuk pipis sudah sangat mendesak dan aku sudah tidak tahan
lagi. Dan air kencingku kini menyembur dengan deras. Tapi Pram malah terus
menjilati memekku sehingga air kencingku mengenai wajahnya bertubi-tubi.
Setelah selesai, Pram menyalakan shower dan mengajakku mandi bareng. Tangannya
membalurkan sabun ke seluruh tubuhku, dan ketika giliranku menyabuninya ketika
sampai di bagian kontolnya kukocok kontolnya sampai sambil tertawa dia bilang
"sudah nanti aku keburu nyampe di luar". Sambil terus bercanda Pram
bilang sini aku sabuni bagian dalam memekku. Aku bilang gimana caranya? Lalu
dia memintaku sedikit menungging, sambil masih berdiri dan kontolnya penuh
sabun, dia lalu memasukkan kontolnya ke memekku. Dia bilang begini caranya
menyabuni bagian dalam memekmu.
Lantas, dia mengisi bathtub lalu mengajak
untuk meneruskan permainan cinta kami di bathtub. Pram lalu berbaring dan minta
aku memasukkan kontolnya dengan posisiku di atas. Aku menggerakkan pantatku
naik turun sampai air di bathtub bergelombang karena gerakan kami. Setelah
kurang lebih setengah jam Pram lalu memintaku menungging di bathtub dan
memasukkan kontolnya dari belakang. Dengan gerakan yang makin lama makin cepat
aku kemudian mencapai orgasmeku yang kedua yang tak lama kemudian Pram pun
mencapai ejakulasi. Pram menyemprotkan spermanya yang hangat di memekku.
Setelah mengeringkan badan, lalu kami berdua
pergi ke ranjang dan sambil saling berpelukan kami tertidur bagaikan sepasang
pengantin baru. Ketika terbangun kulihat waktu sudah menunjukkan pukul 3 dini
hari. Pram lalu kubangunkan karena aku harus pulang. Namun dia bilang dia masih
mau menyetubuhiku sekali lagi sebelum pulang. Lalu dengan romantis Pram kembali
mencumbuku untuk kemudian memasukkan kontolnya kembali di memekku. Akhirnya
kami berdua mencapai orgasme, aku sengaja tidak membersihkan memekku karena aku
tahu suamiku suka melihat memekku masih basah oleh sperma laki-laki lain yang
baru bersetubuh denganku.
Kami sampai di rumah pukul setengah lima. Dan
Pram meninggalkanku di pintu depan. Dia bilang dia akan mengusahakan untuk
datang ke kotaku sesering mungkin. Ketika aku masuk kudapati suamiku masih
lelap tertidur. Perlahan aku naik ke ranjang dan kudekatkan memekku di muka
suamiku. Dari memekku, sperma Pram menetes keluar membasahi wajah suamiku,
suamiku terbangun dan tersenyum melihatku. Lalu tanpa banyak omong dia langsung
menjilati memekku yang sangat basah oleh sperma Pram. Setelah bersih, aku lalu
memasukkan kontolnya ke memekku. Sambil bercinta, suamiku minta aku
menceritakan kejadian tadi malam. Suamiku bilang gimana kalau kapan-kapan ajak
Pram untuk bermain bertiga. Aku bilang nanti aku coba hubungi dia. Akhirnya
suamiku pun kembali mencapai ejakulasinya dan menambah sperma di dalam memekku
dengan miliknya, tercampur dengan sperma Pram.
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar